Nutrisi adalah istilah pupuk yang sering digunakan sebagai pupuk dalam hidroponik, nutrisi umumnya mengandung unsur hara yang diperlukan oleh tumbuhan, seperti unsur makro dan mikro.

Nutrisi hidroponik bisa kita beli di toko-toko hidroponik, atau bisa juga kita racik sendiri, namun untuk meracik nutrisi hidroponik tidaklah mudah, kita harus tahu ilmunya,  ada takaran tertentu untuk setiap unsur penyusunya hingga nutrisi tersebut siap untuk digunakan.

Yang paling praktis biasanya menggunakan nutrisi hidroponik AB Mix yang sudah jadi yang bisa kita beli di toko-toko hidroponik baik online maupun offline, disebut ABMIx karena dalam satu paket nutrisi tersebut ada 2 jenis nutrisi yaitu nutrisi jenis A dan nurisi jenis B yang masing-masing mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.

Di pasaran sendiri umumnya ada 2 jenis nutrisi ABMIX, yaitu nutrisi cair dan nutrisi padat, namun yang paling banyak dijual adalah nutrisi ABMIX dalam bentuk padat, nutrisi padat umunya berupa serbuk kasar yang terdiri dari 2 kemasan A dan kemasan B, nutrisi tersebut sebelum digunakan untuk nutrisi atau pupuk tanaman, harus kita larutkan terlebih dahulu dalam sejumlah liter air baku sesuai dengan takaran yang ditentukan dalam kemasan.

Larutan Nutrisi A dan B yang sebelumnya sudah dilarutkan secara terpisah dalam sejumlah liter air, bisa disebut sebagai nutrisi induk, nutrisi induk tersebut bisa digunakan sebagai nutrisi untuk tanaman hidroponik yang kita tanam dengan melarutkannya kembali ke dalam sejumlah liter air baku.

Di artikel kali ini saya akan menyajikan aturan cara membuat larutan nutrisi ABMIX untuk tanaman hidroponik, dan juga tahapan cara pemberian nutrisi untuk  tanaman hidroponik, kapan diberikan berapa kali diberikan dan berapa jumlah PPM untuk setiap pemberian nutrisi.

Aturan Pemberian Nutrisi hidroponik (kapan diberikan, berapa kali dan berapa ppm)

Aturan pemberian larutan nutrisi untuk tanaman tidaklah sembarangan, ada takarannya artinya ada perbandingan takaran antara jumlah nutrisi dengan jumlah air baku.

Seperti yang dijelaskan di atas, nutrisi hidroponik ABMIX padat yang kita beli, sebelum bisa digunakan harus dilarutkan dahulu dalam sejumlah liter air, tergantung takaran di kemasannya.

Cara Melarutkan Nutrisi ABMIX

Sebelum melarutkan larutan nutrisi ABMIx dalam sejumlah liter air, kita harus lihat dulu di kemasannya, jika tulisannya 1000ml (1 liter) itu artinya larutan A dan larutan B harus dilarutkan menjadi 1 liter air.

Begitu juga jika di kemasan tertulis 500ml artinya nutrisi A dan nutrisi B masing-masing harus dilarutkan menjadi 500ml.

Contoh:
Dikemasan ABMIX yang kita beli tertulis 500ml. dan di dalam kemasan ada 2 Bungkus terpisah A dan B, itu artinya masing-masing bungkus A dan B, harus kita larutkan masing-masing menjadi 500 ml Air,

Cara melarutkannya yaitu sebagai berikut:

1. Sediakan 2 wadah seperti bekas air mineral, atau dirigen  bekas dengan kapasitas setidaknya dapat menampung 500 ml air atau lebih.

2. Beru Label setiap wadah A dan B.

3. Masukan serbuk nutrisi A kedalam wadah dengan label A, lalu campurkan air baku setengahnya, kocok hingga serbuk A larut seluruhnya, kemudian setelah larut tambahkan air baku hingga seluruhnya menjadi 500ml.

4.Selanjutnya masukan serbuk nitrisi B ke dalam wadah dengan label B, lalu campurkan air baku separuhnya, kocok hingga serbuk B larut seluruhnya, kemudian tambahkan air baku hingga kapasitasnya menjadi 500ml.

5. Simpan Larutan A dan B ABMix tersebut di tempat yang sejuk yang tidak langsung terpapar sinar matahari, hindari menyimpan di tempat yang banyak mengandung logam agar cairan tidak bereaksi.

6 . Nutrisi A dan B yang sudah dilarutkan tersebut bisa kita sebut sebagai larutan induk yang bisa kita gunakan untuk nutrisi hidroponik dengan mencampurkannya kembali dengan  sejumlah liter air baku.

Aturan Cara pemberian larutan Nutrisi untuk Tanaman.

Nutrisi ABMix yang sudah kita larutkan, bisa kita gunakan untuk nutrisi tanaman hidroponik yang kita tanam dengan cara mencampurkan sejumlah mililiter nutrisi dengan sejumlah liter air baku.

Jumlah larutan mililiter nutrisi yang harus dilarutkan ke dalam sejumlah liter air baku umumnya memiliki rumus

5ml A + 5ml B + 1 liter Air Baku = 1.000 PPM

Untuk melarutkan larutan nutrisi induk untuk tanaman hidroponik kita bisa menggunakan rumus tersebut di atas.

yaitu dengan menggunakan perbandingan 5 mililiter larutan nutrisi A + 5 mililiter larutan nutrisi B + 1 liter air Baku akan  menghasilkan Nilai 1.000 PPM.

Nilai PPM dari perbandingan tersebut yang dihasilkan umumnya 1.000 PPM, tapi  ada juga yang beda, untuk memastikan berapa nilai PPM yang dihasilkan kita bisa cek di kemasan nutrisi ABMIx yang kita beli.

Bagaimana jika air bakunya lebih dari 1 liter misalkan 5 liter, ya cukup mengalikan A dan B nya dengan 5 hingga menjadi.

25ml A + 25 ml B + 5 liter air baku = 1000 PPM.


Jika sulit menghitungnya kita bisa menggunakan TDS meter untuk mengetahui nilai PPM air nutrisi hidroponik yang akan kita gunakan.

Yang penting larutan A dan B yang dicampurkan dengan air baku harus memiliki takaran yang sama, kemudian setelah dilarutkan nilai PPM yang dihasilkan bisa kita cek menggunakan TDS Meter.


Kapan larutan Nutrisi diberikan ke tanaman hidroponik kita?

Larutan nutrisi bisa diberikan ke tanaman bisa di mulai dari ketika tanaman di semai, ketika semaian sudah pecah dan sudah muncul daun lembaga agar pertumbuhan tanaman lebih cepat, larutan nutrisi yang diberikan adalah larutan dengan nilai PPM rendah, misal 200-400 PPM.

Ada juga pemberian larutan nutrisi diberikan ketika semaian di pindahkan ke pot tanam di talang instlasi hidroponik dengan pemberian larutan nutrisi bisa di mulai dari 400 - 600 ppm. keduanya bisa dicoba, karena keduanynya terbukti berhasil.


Berapa kali larutan nutrisi diberikan?

Untuk pemberian larutan nutrisi untuk tanaman hidroponik umumnya diberikan secara bertahap  setiap minggu dengan nilai PPM yang terus bertambah hingga mencapai nilai PPM  maksimal untuk setiap tanaman yang kita tanam.

Misal Tanaman Pakcoy, nilai PPM maksimalnya 1400 PPM, usia hingga panen adalah 35 hst, kita bisa memberikan nitrisi untuk tanaman pakcoy tersebut dari minggu pertama tanam hingga menjelang panen dengan nilai ppm dari kecil ke besar hingga mencapai nilai ppm maksimal.

  1. misal minggu pertama 600 ppm (7 hari pertama)
  2. minggu ke 2 800 ppm. (14 hari pertama)
  3. minggu ke 3 1000 ppm (21 hari pertama)
  4. minggu ke 4 1200 ppm (28 hari pertama)
  5. minggu ke 5 1400 ppm (35 haru pertama).
  6. Panen.

Pemberian larutan nutrisi sebaiknya diberikan secara bertahap dari nilai ppm kecil ke besar setiap minggu, ada juga yang sekaligus, untuk mengetahui hasilnya anda bisa bereksperimen, yang TERPENTING adalah pastikan larutan nutrisi yang diberikan tidak melebihi nilai PPM maksimalnya.


Tabel nilai PPM untuk beberapa macam tanaman, sebagai referensi dapat anda lihat di tabel berikut:


Anda bisa mencocokan pemberian nutrisi untuk masing-masing tanaman dari mulai minggu pertama hingga minggu panen sesauai dengan tabel nutrisi di atas. silahkan bereksperimen.

Yang harus diperhatikan ketika menanam hidroponik

Ada banyak faktor yang bisa mempengarhui tanaman hidroponik anda, di daerah satu dengan daerah lainnya, walaupun nilai PPM air baku dan nilai PPM larutan nutrisinya sama, belum tentu hasil panennnya sama, bisa baik bisa juga buruk tergantung suhu daerah sekitar dan juga kelembaban. Tanaman hidroponik umumnya baik di daerah dengan suhu dingin.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menanam hidroponik:

1. Suhu Air nitrisi.
Suhu air nutrisi harus diperhatikan jangan sampai naik, karena akan mempengaruhi PH air yang akan terus meningkat yang tidak baik bagi tumbuh kembang tanaman.

Untuk meminimalisir meningkatnya air nutrisi karena suhu panas, biasanya tandon nutrisi dipendam, mengecat pipa dengan warna putih atau silver, memakai paranet pada atap dll.

2. PPM dan PH Air Baku yang digunkaan.
Air baku yang digunakan untuk melarutkan larutan nutrisi A dan B sebaiknya air yang memiliki nilai PPM kecil 0-10 ppm lebih baik (silahkan gunakan TDS meter untuk mengukurnya).

Juga nilai PH nya pastikan tidak tinggi, air baku yang baik memiliki nilai PH  sekitar 5 hingga 6.5 (silahkan gunakan PH meter untuk mengukurnya)

3. Penggunaan GH (Green House)
Penggunaan green house untuk tanaman hidroponik harus juga diperhatikan, tanpa GH air hujan bisa bercampur dengan larutan nutrisi yang bisa meningkatkan keasaan air yang tidak baik untuk tanaman, begitu juga Hama, sebaiknya untuk sekala besar GH wajib agar hasilnya lebih maksimal.


Pemula di dunia hidroponik dan ingin terjun mencoba bertanam hidroponik, anda pasti akan menemukan banyak sekali kebingungan, harus memulainya dari mana dan apa yang harus dipersiapkan.

Tentunya itu normal, saya yakin hampir semua pemula akan mengalami hal yang sama, termasuk saya ketika pertama kali mengenal hidroponik pada saat ingin mencoba menanam hidroponik.

Untuk bertani hidroponik memang ada hal-hal yang harus dipelajari terlebih dahulu, walaupun tidak harus melulu melalui kursus/pelatihan langsung dari orang berpengalaman, kita masih bisa mengandalkan membaca artikel-artikel hidroponik yang bertebaran di internet atau melalui video-video youtube yang sudah banyak sekali tersedia.

Hal pertama yang harus dipelajari ketinga ingin terjun menjadi petani hidroponik adalah mengenal model atau sistem bertanam hidroponik yang banyak digunakan saat ini.

Alasan kenapa harus mengenal sistem bertanam hidroponik adalah agar kita mengetahui, bagaimana cara menaman dengan hidroponik, media serta peralatan yang harus disediakan, karena setiap model menggunakan peralatan dan bahan-bahan instalasi hidroponik yang berbeda-beda.

Saat ini ada banyak sekali sistem hidroponik yang sering digunakan di seluruh dunia, beberapa diantaranya adalah:

1. Sistem Wick. (cocok sekali untuk pemula)

2. Sistem NFT dan DFT

3. Sistem Rakit Apung

4. Sistem kratky, mirip sistem wick tapi tidak memakai sumbu.

5. dll...

Sebelum melanjutkan membaca, jika anda baru pemula, saya sarankan alangkah baiknya sekilas anda baca-baca dulu dan pahami sistem-sistem hidroponik yang telah saya sebutkan di atas, setidaknya anda akan mendapatkan gambaran bagaimana cara menanam dan mempersiapkan instalasi media tanam untuk setiap sistem tersebut.

Yang harus dipelajari sebelum Menanam Hidroponik Untuk Pemula

Untuk menanam hidroponik hampir semua jenis sayuran daun dan buah bisa kita tanam dengan sistem hidroponik, seperti misalnya pakcoy, kangkung, bayam, sawi, tomat, cabai, terong ungu dan berbagai macam sayuran lainnya.

Namun untuk pemula jika ingin mencoba bertaman hidroponik, alangkah baiknya memilih sayuran daun terlebih dahulu, seperti bayam, kangkung, pakcoy atau sawi, karena umumnya jenis sayuran  darun tersebut tidak terlalu sulit menanamnya, setelah itu baru anda bisa mencoba jenis tanaman daun dan buah.

1. Pelajari sistem Instalasi hidroponik yang cocok untuk pemula

Terlepas dari Jenis tanaman yang ingin anda tanam secara hidroponik, sebelum menanamnya dengan cara hidroponik, langkah pertama yang harus anda pikirkan adalah jenis instalasi media tanam sistem hidroponik yang akan anda gunakan.

Saya sarankan untuk pemula anda menggunakan sistem wick/sistem sumbu, alasanya sih sederhana, dengan sistem wick anda bisa menggunakan barang-barang bekas di rumah anda, sehingga anda tidak perlu modal besar untuk memulainya, selain itu anda akan banyak pengalaman ketika mencobanya.

Dari beberapa sistem hidroponik yang tersedia, sistem wick adalah sistem yang paling mudah di aplikasikan, murah dan bisa menggunakan barang-barang bekas yang banyak tersedia di rumah seperti botol-botol bekas air mineral, bekas pipa vpc, bekas styrofoam buah dll.

Untuk memahami sistem wick, berikut saya berikan gambar modul menanam dengan sistem wick dari botol bekas


Sistem wick sebenarnya sangat sederhana, pada contoh di atas kita menggunakan botol bekas air mineral, namun pada kenyataannya sebenarnya anda juga bisa menggunakan barang apapun yang memiliki sifat serupa. Yang terpenting adalah anda harus menyediakan wadah tempat air nutrisi digenangkan (apapun bisa anda gunakan), kemudian menyiapkan pot tanamnya (bisa menggunakan bekas wadah eskrim, bekas aqua gelas dll),  memberikan sumbu pada pot tanam lalu meletakan pot tanam di atas air nutrisi, sumbu pada pot tanam harus tercelup pada genangan air nutrisi agar air nutrisi sampai pada akar tanaman yang kita tanam.

2. Pelajari cara menyemai benih.

Jika anda sudah menentukan jenis sayuran yang ingin anda tanam, selanjutnya anda harus mempelajari cara menyemai benih, sesuai dengan sayuran yang ingin anda tanam.

Penyemaian biasanya menggunakan Rockwool yang bisa kita beli di toko-toko peralatan hidroponik, atau bisa juga menggunakan busa, tisu atau kapas, media tersebut digunakan untuk meletakan benih hingga benih tumbuh.

Penyemaian memang kelihatan mudah, tapi pada praktiknya bisa saja anda akan banyak mengalami kegagalan karena belum tahu tekniknya. seperti misalnya, kutilang (kurus tinggi langsing) karena semaian kurang sinar matahari, benih menjadi busuk, dan lain sebagainya. oleh karena itu penyemaian adalah hal penting yang harus anda pelajari dengan baik dan benar.

3. Pelajari cara melarutkan pupuk nutrisi hidroponik.

Sistem hidroponik tidak menggunakan tanah, tetapi menggunakan media air untuk sumber nutrisi tumbuh kembangnya tanaman, air tersebut adalah campuran air baku dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.

Nutrisi tanaman hidroponik sebenarnya bisa saja kita buat sendiri namun sedkit rumit perhitungannya, untuk saat ini anda bisa tunda dulu itu. agar lebih praktis anda bisa beli nutrisi hidroponik dengan nama pupuk ABMIX yang bisa kita beli di toko pertanian atau toko hidroponik di online maupun offline.


Pupuk ABMix umumnya berupa  serbuk yang terdiri dari 2 Macam A dan B, ada juga yang cair, pupuk serbuk tersebut sebelum digunakan masing-masing  harus dicampurkan dengan Sejumlah Liter air baku sesuai dengan intruksi pada bungkusnya, larutan tersebut disebut Larutan INDUK.

Jangan lupa pada saat membeli pupuk ABMIX anda harus menyesuaikan dengan Jenis Tanaman yang ingin anda tanam, karena ABMix ini bermacam-macam, ada untuk daun, buah ada juga untuk daun dan buah.

Untuk membuat larutan Nutrisi untuk tanaman yang kita tanam, takarannya harus menyesuaikan dengan Jumlah PPM yang dijelaskan di kemasan ABMIx tersebut.

Umumnya campuran air nutrisi itu adalah 5ml pupuk  + 5ml pupuk B + 1 Liter Air menghasilkan 1.000 PPM.

Takaran di atas tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan PPM yang kita inginkan sesuai dengan tumbuh kembang tanaman.

Kebutuhan PPM biasanya disesuaikan dengan usia tanaman, kita harus memberikan larutan nutrisi pada tanaman secara bertahap sesuai dengan jenis tanaman yang kita tanam.

Untuk mengetahui kebutuhan PPM tiap minggunya, kita bisa cari di internet table PPM untuk tanaman yang anda tanam.


4. Pilih sayuran (pakcoy, kangkung, sawi atau bayam) untuk ditanam bagi pemula.

Setelah anda memahami cara membuat talang instalasi tanaman hidroponik anda, tahu cara menyemai benih dan juga tahu cara melarutkan nutrisi, maka selanjutnya tinggal memilih jenis tanaman yang ditanam, untuk pemula sebaiknya memilih tanaman daun seperti sayuran pakcoy, bayam, sawi atau kangkung, karena sayuran daun mudah sekali pemeliharannya.

Bibit sayuran tersebut bisa kita beli di toko-toko pertanian, baik yang online maupun offline, banyak sekali tersedia dengan harga terjangkau. pilih bibit-bibit yang sudah dipack ulang (repack) agar harganya tidak terlalu  mahal dan kita bisa memilih lebih dari satu paket sayuran dengan harga yang tidak terlalu mahal.


Cara Menanam Hidroponik Untuk Pemula.

Sebelum terjun ke dunia hidroponik dan ingin memulai, sebaiknya anda sudah mengetahui instalasi sistem hidroponik yang ingin anda pilih, cara menyemai dan juga cara meracik larutan nutrisi.

Jika dasar-dasar ilmu hidroponik di atas sudah anda pahami dengan benar, selanjutnya anda bisa memulai untuk menanam dengan sistem hidroponik.

1. Siapkan talang instalasi

Misalkan saja untuk pemula kita siapkan talang instalasi sistem wick dari botol bekas dan semacamnya.

2. Semai benih.

Untuk menyemai benih, untuk pemula lebih baik menggunakan rockwool, teknik semai benih bermacam-macam, selain itu masa tumbuh benih juga bermacam-macam tergantung dari jenis tanaman yang ditanam.

Benih biasanya diletakan pada rockwool yang sudah dibasahi hingga benih pecah, setelah pecah benih harus mendapatkan sinar matahari yang cukup agar benih tidak kutilang.

Setelah benih tumbuh 4 daun (2 daun lembaga dan 2 daun sejati), maka benih bisa kita pindahkan sekaligus dengan rockwoolnya ke dalam media tanam yang sudah disiapkan bersama talang instalasinya.

3. Pemberian nutrisi

Pemberian nutrisi umumnya bisa dilakukan, pada saat benih dipindahkan dari semaian ke media tanam di talang instalasi yang sudah disiapkan.

Pemberian nutrisi biasanya dilakukan secara bertahap dari mulai nurtisi dengan nilai PPM kecil hingga nutrisi dengan nilai PPM maksimal sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman yang kita tanam.

Pemberian nutrisi dengan meningkatkan PPM nya biasanya dilakukan setiap Minggu begitu seterusnya hingga tanaman siap dipanen.

4. Panen

Usia tanaman hingga panen juga bermacam-macam sesuai dengan jenis tanaman yang kita tanam, ada yang di bawah 1 bulan ada juga yang 1 bulan bahkan ada juga yang lebih dari satu bulan disesuaikan dengan jenis tanaman yang kita tanam.

Untuk mengetahui usia setiap tanaman kita bisa cari dan download di internet table pemberian nutrisi tanaman hidroponik hingga panen.

 Hidroponik adalah sistem menanam dengan menggunakan air, teknik ini sebenarnya sudah lama dikenal, namun baru populer saat ini.

Hidrponik dipilih oleh mereka yang memiliki lahan sempit dan tidak memiliki tanah pertanian, karena hidrponik bisa ditanam tidak perlu tanah maka siapapun yang memiliki lahan, dipedesaan terutama di perkotaan bisa menanam dengan sistem hidroponik.

Untuk menaman dengan sistem hidroponik kelihatannya memang mudah, namun pada kenyataannya tidaklah seperti itu, setidaknya harus punya pengalaman.

Untuk belajar hidrponik saat ini terbilang sangat mudah, kita bisa membaca di artikel-artikel yang banyak sekali tersedia di internet  seperti pada halaman blog, group-group facebook ataupun melalui video youtube.

Ada banyak sekali yang mengulas tentang hidrponik dari A sampai Z, namun ketika anda baru mengenal hidrponik dan baru belajar, maka anda akan dibuat bingung dengan istilah-istilah hidrponik yang sering sekali diulas oleh para hidroponiker yang sudah berpengalaman.



Bahkan ketika anda baru belajar, akan muncul banyak pertanyaan dibenak anda terkait hidrponik. oleh karena itu untuk membantu anda  yang masih pemula agar bisa lebih paham tentang hidrponik juga untuk menjawab pertanyaan anda terkait hidrponik saya akan uraikan beberapa pertanyaan hidrponik yang sering ditanyakan oleh pemula.


1. Apa media untuk menanam hidroponik apakah memakai tanah.

Media tanam hidrponik adalah air, tentunya bukan air biasa tapi air baku ditambah dengan larutan nutrisi dengan takaran tertentu.

2. Berapa jarak netpot dengan permukaan air nutrisi.

Pada instalasi media tanam hidrponik, umumnya kita menggunakan netpot, jarak netpot dengan permukaan air nutrisi tentunya disesuaikan dengan sistem hidrponik yang digunakan,

a. Pada sistem wick : netpot dan permukaan air larutan nutrisi tidak bersentuhan, tapi memakai sumbu.

b. Pada sistem NFT, DFT, dasar netpot harus menyentuh permukaan air nutrisi yang dialirkan, tidak terlalu dalam yang penting akar bisa sampai pada larutan air nutrisi.

c. Pada sistem rakit apung, sama dengan pada sistem NFT dan DFT jika menggunakan netpot, maka dasar netpot harus menyentuh permukaan air nitrisi.

3. Apa nama nutrisi atau pupuk untuk tanaman hidrponik?

walaupun dalam menanam hidroponik hanya memakai air, air tersebut bukanlah air sembarang air tapi air yang sudah dicampur larutan nutrisi, larutan nutrisi adalah larutan yang merupakan pupuk yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, baik unsur mikro maupun makro.

pupuk tersebut bisa dibuat sendiri, namun untuk pemula biar praktis bisa beli langsung di toko-toko pertanian atau di toko online. Nama pupuk nutrisinya adalah ABMix, jenisnya bermacam-macam ada ABMIx untuk sayuran daun atau untuk daun dan buah. sesuaikan dengan tanaman yang ingin anda tanam.

4. Menyemai Apakah Menggunakan Air nutrisi atau Air biasa?

Umumnya bibit hidrponik sebelum ditanam pada netpot harus disemai dahulu beberapa hari sampai muncul 4 daun termasuk daun sejati.

Menyemai cukup menggunakan air biasa, karena sebetulnya tanam pada waktu itu belum membutuhkan unsur hara yang banyak yang terdapat di larutan nutrisi.

5. Dalam Sistem rakit apung apakah pompa venturi atau pompa udara aerator di hidupkan terus menerus selama 24 jam?

Untuk menjawab ini tentu saja dari pengalaman para hidroponiker yang sudah banyak pengalaman. beberapa petani hidroponik telah membuktikan pompa venturi bisa saja tidak dimatikan sampai tanaman dipanen, namun untuk menghemat pompa bisa digunakan selama 24 jam di siang hari, dan ketika malam hari boleh dimatikan, tanaman hidroponik tetap produktif kok.

6. Istilah Hidroponik yang sering dipertanyakan?

Berikut beberapa istilah hidroponik yang sering dipertanyakan oleh pemula:
  • Tandon: tempat air nutrisi
  • HST: hari setelah tanam setelah waktu semai berakhir.
  • HSS: Hari setelah semai
  • Simat: Sinar matahari
  • Kutilang: Kurus tinggi langsing disebabkan tanaman kurang sinar matahari
  • Rakit apung: Salah satu sistem hidrponik yang mengunakan genangan air dan styrofoam
  • NFT: Nutrient film technique, salah satu sistem hidroponik yang mengalirkan air nutrisi secara tipis secara terus menerus pada isntalasi pipa atau gully.
  • Rockwool, Media tanam hidroponik.
  • Netpot: pot tanam hidrponik.
  • ABMix: Pupuk nutrisi untuk tanaman hidrponik yang memiliki unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman.
  • Hole Saw: gergaji bor untuk membantu melubangi pipa paralon/gully yang akan digunakan sebagai media tanam instalasi hidrponik. 
  • Gully: Media tanam dari plastik seperti pipa namun bentuknya kotak biasanya banyak digunakan pada sistem hidrponik NFT.

7. Kapan semaian tanaman hidroponik bisa dijemur sinar matahari?

Semaian bisa mulai dijemur atau dikenakan sinar matahari pada saat bibit sudah pecah, bisa setiap hari dikenalkan sinar matahari namun tetap kebutuhan air harus terus diperhatikan, jaga kelembaban dan air jangan sampai kering.

Jangan terlambat untuk memberikan sinar matahari pada semaian, karena jika terlambat, maka bibit semaian biasanya kutilang (kurus tinggi langsing) karena kekurangan sinar matahari, semaian kutilang tidak disarankan untuk ditanam (arus semai ulang).

8. Apa jenis Air Yang digunakan untuk Hidroponik yang bagus?

Air  baku yang bagus untuk tanaman hidroponik sebaiknya air yang memiliki PH normal (5,5  - 6,5) dan juga memiliki PPM kecil di bawah 100 silahkan gunakan alat ukur PH meter untuk mengurukur PH dan alat ukur TDS/EC untuk mengukur PPM.

Berikut beberapa air baku yang bagus digunakan untuk menanam tanaman hidroponik:
  • Air Destilasi memiliki 0 ppm
  • Air Hujan memiliki 8 – 12 ppm (tergantung daerah)
  • Air tetesan AC memiliki 12 – 50 ppm
  • Air PAM memiliki 65-100 ppm
  • Air Isi ulang memiliki 65 – 100 ppm
  • Air Sumur maksimal 200 ppm.

Untuk air hujan sebaiknya tidak sering digunakan karena mengandung patogen yang dapat menyerang tanaman. Untuk penggunaan air PAM sebaiknya diendapkan dahulu agar kaporitnya mengendap. Setelah mengendap, kawan gunakan air PAM yang di permukaannya.

9. Apakah Takaran PPM nutrisi hidroponik pemberiannya harus bertahap atau sekaligus?

Pemberian Nutrisi pada air larutan nutrisi tanaman hidroponik sebaiknya diberikan secara bertahap seiring dengan tumbuk kembang tanaman, dimulai dari PPM kecil ke PPM besar (biasanya seminggu sekali ada penambahan nilai PPM).

10. Apa sistem hidroponik yang menggunakan barang bekas / botol bekas?

Ada banyak sekali sistem hidroponik, salah satu sistem hidroponik yang bisa menggunakan barang barang bekas, seperti botol bekas air mineral, ember bekas, pipa paralon bekas, dirijen bekas dan barang bekas lainnya adalah sistem hidrponik Wick / sistem Sumbu.

Sistem wick atau sistem sumbu adalah sistem hidrponik yang paling sederhana dan murah, sistem ini paling cocok untuk pemula yang masih tahap belajar bertanam hidrponik.

11. Berapa kali air nutrisi harus diganti sebulan sekali atau satu minggu sekali?

Tidak ada batasan waktu kapan air nutrisi harus diganti, yang jelas air nutrisi harus diganti apabila tandon tempat penampung air nutrisi sudah sangat kotor dan banyak ditumbuhi lumut, selama tandon masih dalam keadaan bersih bisa tetap digunakan.

Sementara untuk penambahan air baku atau larutan nutrisi pada tandon harus dilakukan setidaknya seminggu sekali, tergantung kebutuhan nutrisi tanaman hidroponik yang kita tanam, sesuaikan dengan kebutuhan ppm tiap minggunya hingga panen.

Oleh karena itu sebelum menambahkan air baku atau air nutrisi pada tandon penampung, lebih baik diukur dulu kadar PPM nya menggunakan EC atau TDS meter jika PPMnya terlalu tinggi dari target yang diharapkan kita bisa menambahkan air baku, sementara jika kurang kita bisa menambahkan larutan nutrisi sehingga mencapai PPM yang diharapkan.

12.Pada sistem hidroponik yang memakai pompa, apakah pompa harus dihidupkan selama 24 jam?

Beberapa petani hidrponik ada yang mematikan pompa di malam hari, jadi pompa hanya hidup 12 jam di siang hari saja.

Sementara untuk pompa isntalasi Hidroponik dengan Sistem NFT pompa tidak dimatikan hingga panen.

13. Tanaman apa saja yang bisa tumbuh dengan sistem hidroponik?

Berikut beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik:
  • Sayur daun seperti kangkung, bayam, salada, pakcoy, kale, pagoda, sawi, dll.
  • Sayur buah seperti tomat, cabai, timun, terong.
  • Sayuran batang seperti seledri, daun bawang.
  • Sayuran kubis seperti kembang kol, brokoli.
  • Buah-buahan seperti anggur, melon, semangka, stoberi.
  • Umbi seperti kentang, wortel, bawang.
  • Tanaman obat/herbal seperti kumis kucing, daun dewa, daun mint, ketumbar.
  • Bunga seperti anggrek, krisan, mawar sampai dengan edible flower (bunga yang bisa di makan).

14. apakah menanam hidrponik harus memakai netpot? 

Tidak semua yang ditanam secara hidrponik harus pakai netpot atau pot tanam, jika memungkinkan bisa tidak dengan memakai netpot maka boleh tidak digunakan, seperti pada rakit apung, sistem rakit apung yang menggunakan styrofoam ada juga yang tidak memakai netpot, cuma lubangnya lebih kecil dan ukuran potongan rockwool tempat menanam semaian dibuat agak besar sesuai dengan kapasitas lubang pada styrofoam.

15. Apakah Menenam Hidroponik harus memakai Green House ?

Grand house umumnya dibuat menggunakan plastik UV yang dapat melindungi sinar ultraviolet yang tidak terlalu dibutuhkan tanaman, juga sering dikombinasikan dengan paranet atau jaring serangga yang bisa melindungi tanaman.

Jika letak tanaman hidrponik ditempatkan dilokasi terbuka sangat disarankan menggunakan Grand house agar dapat menghindari larutan dari kontaminasi air hujan yang dapat mempengaruhi ph air dan juga ppm air nutrisi yang tidak baik untuk tanaman.

Selain itu green house bisa menghindari tanaman dari serangan hama yang datang dari luar, oleh karena itu siapkan untuk membuat green hause dengan menggunakan plastik uv agar lebih murah.

Sistem Wick adalah Hidroponik yang paling sederhana dan murah, kita bisa menggunakan botol bekas, ember bekas, kaleng dll, sistem ini cocok bagi pemula untuk menanam kangkung, bayam, sawi pakcoy dan sayuran lainnya di rumah.

Hidroponik adalah sistem menanam dengan menggunakan media air yang dicampur dengan larutan nutrisi yang mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan baik unsur makro maupun unsur mikro.

Menanam hidroponik jauh berbeda dengan sistem menanam menggunakan media tanah, setidaknya kita harus mempelajari dahulu sistem tanam hidroponik dari mulai, sistem yang  saat ini banyak digunakan, instalasi media tanam dan juga takaran larutan nutrisi.

Dari beberapa sistem hidroponik yang saat ini banyak sekali digunakan, salah satu sistem yang paling sederhana, murah dan paling cocok untuk pemula adalah sistem wick.

Sistem wick disebut juga sebagai sistem sumbu, karena pada sistem ini menggunakan sumbu seperti sumbu kompor  yang terbuat dari kain panel sebagai media penghantar aliran larutan nutrisi ke akar tanaman.

Dari banyaknya sistem hidroponik, Sistem ini merupakan sistem yang paling sederhana dan murah, karena kita bisa menggunakan barang-barang bekas untuk media tanam dan tidak perlu listrik sama sekali.

Beberapa barang yang bisa digunakan untuk membuat instalasi hidroponik sistem wick adalah, botol bekas, ember bekas, kaleng bekas, jerigen, styrofoam bekas buah-buahan, pipa atau paralon bekas dan lain sebagainya.

Pada intinya setiap barang-barang bekas apapun itu yang dapat digunakan untuk menampung air hampir semuanya bisa dimanfaatkan sebagai media tanam untuk menaman tanaman hidrponik dengan menggunakan sistem wick.

Bagaimana  Cara kerja Instalasi Wick sistem hidroponik?

Sistem tanam menggunakan sistem wick ini terbilang cukup mudah, namun tetap pada prakteknya anda harus memahami dulu cara kerjanya.

Setelah anda paham cara kerjanya, maka anda bisa mulai bertanam hidrponik menggunakan barang-barang bekas yang anda miliki apapaun barang bekasnya anda bisa terapkan.

Cara kerja hidrponik sistem wick/sistem sumbu dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Skema hidrponik sistem wick

Pada Sistem wick, Antara air nutrisi dan dasar netpot (pot tanam) tidak bersentuhan langsung, namun bersentuhan melalui sumbu dari kain flanel.

Konsepnya air nutrisi di tampung di sebuah wadah, apapun wadahnya yang penting tidak bocor dan bisa menampung air, kemudian net pot untuk media tanam diberi sumbu di bagian bawahnya, kemudian netpot diletakan pada papan yang sudah diberi lubang-lubang untuk dudukan netpot.

Sekali lagi yang harus diingat dalam sistem wick hidroponik adalah dasar netpot dan air nutrisi tidak bersentuhan langsung tetapi ada jarak, sementara sumbu kain panel harus terendam menyentuk larutan nutrisi, sumbu dari kain panel inilah yang akan menyerap air nutrisi yang akan sampai pada akar tanaman.

Dengan sistem wick kita tidak perlu listrik untuk menjalankan pompa udara, walaupun pada bak air nutrisi tidak terdapat pompa udara atau pompa venturi, akar tanaman tetap akan mendapatkan suplai oksigen yang cukup karena tidak semua akar menyentuh air nutrisi.

Oleh karena itu pada sistem wick sangat disarankan di bagian samping bak nutrisi ada celah-celah /lubang-lubang yang dibuat untuk sirkulasi oksigen yang diperlukan oleh akar tanaman.


Media yang bisa digunakan oleh Sistem Wick Hidroponik.

Seperti yang telang disinggung pada uraian di atas, sistem wick adalah sistem yang paling murah dan sederhana tidak perlu memakai listrik.

Selain itu kita bisa menggunakan media tanam apapun, yang terpening media yang kita gunakan bisa menampung air.

Berikut beberapa media tanam yang bisa digunakan oleh hidroponik sistem wick:

1. Botol plastik Bekas.
Kita bisa menggunakan botol-botol bekas, seperti botol bekas air mineral seperti aqua,

2. Pipa atau paralon bekas
Pipa seperti pipa paralon kebanyakan digunakan oleh sistem NFT atau DFT, namun pipa juga sebenarnya bisa kita gunakan untuk hidrponik sistem wick, yang penting konsepnya sesuai dengan sistem wick seperti yang diuraikan di atas.

3. Kaleng bekas/ Ember bekas

4. Box Styrofoam bekas kemasan buah-buahan atau bekas kemasan alat elektronik

Hal Penting Pada sistem Wick.

Anda ingin menanam hidrponik dengan sistem wick, berikut beberapa hal penting yang harus anda perhatikan:

1. Antara pot tanam dengan larutan nutrisi tidak bersentuhan secara langsung, 
Pada sistem wick antara dasar pot tanam dan larutan air nutrisi tidak bersentuhan langsung tapi ada jarak, namun harus menggunakan kain flanel, tujuannya untuk menghindari busuk akar dan agar akar tanaman mendapatkan oksigen yang cukup, karena pada sistem wick tidak menggunakan aerator atau pompa venturi,

2. Sistem Wick tidak menggunakan pompa venturi atau aerator.
Pada sistem wick tidak digunkaan pompa sama sekali baik pompa udara (aerator) maupun pompa air (venturi), pompa umumnya digunakan untuk mengalirkan udara pada larutan nutrisi ini biasanya digunakan pada sistem rakit apung karena akar tanaman terendam seluruhnya, sementara di sistem wick pompa tidak digunakan karena antara akar tanaman dan air nutrisi ada ruang kosong yang digunakan akar untuk mendapatkan oksigen yang cukup.

Apakah bisa menggunakan pompa, tidak ada masalah jika pada  sistem wick anda ingin menggunakan pompa, namun setidaknya anda harus mengeluarkan biaya beli pompa dan listrik untuk menjalankan pompa.

Jika ingin menggunakan pompa lebih baik pakai saja sistem rakit apung untuk skala area tanam yang lebih luas dan praktis.

3. Kain flanel bisa diganti dengan kain lainnya yang memiliki sifat mampu menyerap air.
Pada sistem wick kita tidak melulu harus menggunakan kain flanel untuk sumbu, namun kita juga bisa menggunakan jenis kain lainnya yang memiliki sifat mampu menyerap air.

4. Sistem wick tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya.
Pada sistem wick media tanamnya tidak menggunakan tanah yah om, bahan yang banyak digunakan diantaranya :
  • Cocopeat.
  • Pasir,
  • Rockwool
  • Sekam bakar
  • dll.
5. Sistem wick bisa menggunakan barang apa saja untuk larutan nutrisi.
yang penting bisa menampung air dan konsep instalasinya sesuai dengan sistem wick seperti yang telah diuraikan di atas. Oleh karena itu sistem ini disebut sebagai sistem paling murah karena bisa memanfaatkan barang-barang bekas yang ada.

6. Media tanam jangan transparant/gunakan cat warna putih jangan hitam
Jika anda menggunakan media tanam hidrponik sistem wick menggunakan botol bekas air mineral yang warnanya bening/transfarant lebih baik cat dulu sebelum digunakan, agar air nutrisi tidak langsung terkena sinar matahari yang akan menumbuhkan lumut.

Anda bisa membungkusnya atau men-catnya, tapi ingat pilih cat warna terang seperti warna putih/silver agar memantulkan cahaya sehingga suhu air nutrisi bisa tetap dingin, jangan warna hitam karena hitam menyerap cahaya sehingga akan menimbulkan panas pada larutan nutrisi yang tidak baik bagi akar.

Untuk anda yang ingin mencoba bertanam hidrponik sambil belajar namun belum terlalu paham, lebih baik menggunakan sistem wick, karena sistem ini sederhana, murah tidak perlu menggunakan listrik maupun pompa udara atau venturi. Dengan sistem ini anda bisa menanam kangkung, selada, bayam, pakcoy, sawi dan lain sebagainya.

Jika anda tidak punya barang bekas di rumah, anda pun bisa membeli paket hidrponik sistem untuk pemula, biasanya yang ditawarkan adalah sistem wick. cocok untuk belajar dan trial and error.

Saya sadar untuk anda pemula yang tertarik dengan dunia hidrponik dan ingin terjun ke dalam dunia hidrponik, di awal setidaknya akan diliputi oleh banyak sekali kebingunan dan pertanyaan terkait hidrponik, bagaimana harus memulai darimana dan lain sebagainya.

Walaupun tidak dipungkiri saat ini banyak sekali informasi tentang hidroponik yang bisa kita dapatkan dari internet, baik dari artikel maupun video youtube,  saya yakin beberapa diantara anda akan tetap bingung, mana yang sebaiknya harus dipelajari terlebih dahulu, harus mulai dari mana dan apa yang harus dipersiapkan.

Untuk membantu anda agar bisa mengerti konsep bertanam hidroponik, di artikel kali ini saya akan menguraikan petunjuk pokok bagaimana cara bertanam hidroponik untuk pemula, dengan membaca artikel ini diharapkan anda punya gambaran yang baik untuk memulai bercocok tanam dengan hidroponik.

Sebelum saya uraikan lebih lanjut saya akan jelaskan sedikit tentang apa itu hirponik!.

Kita ketahui bersama dari zaman dulu bercocok tanam yang paling dikenal adalah bercocok tanam secara tradisional, yaitu bercocok tanam dengan menggunakan tanah sebagai medianya.

Bercocok tanam jenis ini memang bagus tapi akan sangat banyak kendalanya terutama untuk skala besar, selain kita harus memiliki pasokan air yang mencukupi, kita juga harus memiliki lahan tanah pertanian terbuka yang terkena sinar matahari.

Resiko terburuk adalah tanaman akan mudah terserang hama penyakit, baik hama penyakit yang menyerang daun, buah maupun hama penyakit yang menyerang akar tanaman, biasanya petani akan menggunakan pestisida untuk mengatasinya, dimana kita kenal pestisida sangat berbahaya untuk tubuh.

Di era teknologi modern saat ini bercocok tanam sudah mulai bervariasi tidak lagi menggunakan media tanah, untuk jenis-jenis tanaman tertentu bisa juga menggunakan media air sebagai media tumbuh kembang tanaman tersebut.

Bercocok tanam dengan menggunakan air dikenal dengan istilah hidroponik. Menurut wikipedia hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan penyiraman air pada hidroponik lebih sedikit bahkan tidak perlu dilakukan daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Untuk anda yang ingin memutuskan bercocok tanam menggunakan sistem hidrponik alangkah baiknya anda mengetahui konsepnya dengan baik dan benar, jika konsepnya sudah dikuasi baru anda praktek.

PETUNJUK POKOK CARA BERTANAM HIDROPONIK KHUSUS  UNTUK PEMULA

Karena saya paham dengan kondisi kebingungan pemula yang ingin memulai belajar hidroponik, di artikel kali ini saya akan berikan petunjuk pokok cara bertanam dengan hidroponik khusus pemula.

Langkah-langkah belajar cara bertanam hidroponik bagi pemula adalah sebagai berikut:

1. ANDA HARUS MEMPELAJARI SISTEM TANAM HIDROPONIK

Langkah awal sebelum anda praktek bercocok tanam hidrponik adalah memahami sistem hidrponik yang sering digunakan khususnya di indonesia.

Memahami sistem tanam hidrponik sangat penting sekali, sebelum anda mempelajari hal lainnya, dengan mempelajari sistem tanam hidrponik anda akan mampu memilih sistem hidrponik yang akan anda pakai yang cocok untuk anda, anda akan mampu membuat instalasi tanam hidrponik  yang benar sekaligus anda juga akan mampu menentukan hal-hal apa yang harus anda persiapkan dari mulai bahan-bahan, cara instalasi tempat menanam hidroponik yang akan anda gunakan dan cara pengelolaannya.

Macam-macam sistem tanam hidroponik

Saat ini ada 6 jenis sistem tanam dasar hidrponik, walaupun ada sistem tanam lainnya yang merupakan pengembangan dari ke 6 sistem tersebut. sebagai berikut:

1. Sistem Wick

Sistem wick adalah sistem tanam hidrponik dengan menggunakan sumbu untuk menghantarkan larutan nutrisi yang tergenang menuju akar tanaman.

Sistem tanam ini sangat cocok sekali untuk pemula yang sedang belajar dan biayanya cukup murah dan bisa memanfaatkan bahan-bahan seadanya seperti botol-botol bekas, pipa bekas dan bahan-bahan yang tidak terpakai lainnya.


Baca: Sistem Wick Hidrponik paling cocok untuk pemula

2. DFT & NFT Sistem.

a. NFT Sistem (Nutrient film technique)
Sistem hidrponik NFT adalah sistem hidroponik yang mengalirkan air ke akar tanaman secara tipis dan merata secara terus menerus tanpa menyediakan genangan air pada tandonnya.

Sistem ini sangat irit nutrisi namun kita harus menyediakan pompa air untuk mengalirkan air pada tandon, sistem ini harus terus memakai listrik untuk menjalankan pompa air terus berjalan. jika listrik mati tandon akan kering karena di desain tidak menyediakan genangan.



b. .DFT Sistem (Deep Flow technique)
Mirif dengan NFT namun pada sistem DFT selain air mengalir, air juga ada yang tergenang dengan kedalaman 3-5 cm atau 1/4 pipa yang digunakan, air akan keluar mengalir ketika melebihi batas kedalaman.

Air yang tergenang digunakan untuk mengatasi apabila mati listrik yang mematikan pompa air, tanaman masih bisa memanfaatkan nutrisi dari air yang tergenang.



4. Sistem Tetes (Drip sistem /Recovery/ Non Recovery)
Air nutrisi sampai ke akar tanaman dengan cara ditetes secara terjadwal dengan volume tertentu, kabarnya sistem ini yang paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk level industri.

5. Sistem pasang Surut (Ebb & Flow Sistem / Flood Drain System)
Air nutrisi sampai ke akar naman dengan cara membanjiri akar tanaman, lalu menyurutkannya kembali sesuai dengan waktu tertentu secara berkala, untuk menggunakan sistem ini dibutuhkan pompa dan juga timer

6. Sistem Rakit apung (Water culture)

Sistem rakit apung adalah sistem hidrponik yang memanfaatkan genangan air nutiris yang dibantu dengan pompa udara di dalamnya untuk suplai oksigen. Pot tanam diletakan pada media yang mudah mengapung seperti steroporm yang dilubangi. Bagian bawah pot harus menyentuh permukaan air secara terus menerus.

Instalasi sistem ini mirif dengan Wick, namun jika wick pot dan air nutrisi ada jarak tidak saling bersentuhan dan memakai sumbu, sementara sistem rakit apung antara pot tanam dan air langsung bersentuhan dan pada sistem rakit apung menggunakan  pompa udara (pompa venturi) untuk suplai oksigen dalam nutrisi.


2. PELAJARI  CARA MEMBUAT TALANG INSTALASI TANAM HIDRPONIK

Salah satu contoh instalasi hidroponik
Instalasi hidrponik bermacam-macam dari mulai yang murah sampai yang mahal, dari mulai menggunakan bahan seadanya sampai dengan bahan-bahan khusus.

Talang instalasi hidrponik yang harus dibuat akan sangat tergantung dengan sistem hidrponik yang dipilih.

Untuk membuat talang instalasi anda terlebih dahulu harus mempelajari Sistem hidrponik yang diuraikan di atas, kemudian anda bisa memilih salah satu sistem hidrponik yang anda akan gunakan, setelah itu anda bisa merencanakan untuk membuat talang instalasinya.

Pada instalasi media tanam, bisa saja bahan yang digunakan berbeda, namun konsepnya akan tetap sama sesuai dengan sistem yang dipilih.

Pelajari baik-baik setiap sistem hidrponik yang ada, kemudian pilih salah satu sistem hidroponik yang akan anda gunakan, sesuaikan dengan budget anda, jika sudah anda bisa memulai membuat talang isntalasinya.

3. PELAJARI CARA MENAKAR LARUTAN NUTRISI

Selanjutnya anda harus mempelajari cara menakar larutan nutrisi, kita ketahui bersama bahwa tanaman hidrponik ditanam dengan menggunakan media air tanpa tanah, air tersebut adalah campuran antara air baku dengan larutan nutrisi, tanaman akan mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya dari nutrisi yang dilarutkan dalam air yang digunakan tersebut.

Nutrisi yang diperlukan adalah nutrisi yang mengandung unsruk makro dan mikro, bahan nutrisi yang umum digunakan adalah Nutrisi yang disebut ABMix, ada yang bentuk butiran padat ada juga yang cair, anda bisa membelinya di toko-toko pertanian atau di toko-toko yang khusus menjual peralatan hidroponik baik offline maupun online.

Nutrisi ABMix hidroponik
Nutrisi AB Mix Hidroponik
Cara mencampur Pupuk ABMIX hidrponik

Nutrisi AB Mix yang kita beli sebelum digunakan umumnya harus dilarutkan dulu dalam air secara terpisah, larutan A dan larutan B kemudian disimpan dalam wadah terpisah.

Jumlah air yang ditambahkan untuk melarutkan nutrisi tersebut biasanya sangat tergantung dari takaran sesuai petunjuk dalam kemasannya, larutan tersebut disebut larutan induk yang nanti akan dicampurkan dengan air murni sesuai dengan takran tertentu.


Takaran Lartutan ABMix
Setelah Pupuk ABMix dilarutkan dan disimpan di wadah terpisah wadah A dan wadah B, selanjutnya larutan tersebut bisa digunakan untuk nutrisi larutan tanaman hidrponik anda.

Umumnya takaran larutan abmix yang harus dicampur dengan AIR untuk nutrisi tanaman hidrponik adalah menggunakan perbandingan 5:5:1 (5ml laruan A + 5ml Larutan B + 1 liter Air) dan menghasilkan PPM sekitar 1.000 ppm, lihat sesuai yang diterangkan di kemasan.

Jika jumlah Air lebih dari 1 liter, maka anda bisa mengalikan setiap jumlah takaran A dan B sesuai dengan jumlah air.

Misal jika Air 10 liter, maka untuk menghasilkan 1.000 ppm, kita bisa melarutkan 50ml larutan A+ 50ml larutan B +10 liter air, begitu seterusnya.


Alat Ukur Larutan
Satuan Larutan nutrisi hidroponik yang umumnya dipakai adalah PPM (Part per million), untuk mendapatkan nilai PPM yang diperlukan oleh tanaman kita bisa menggunakan alat ukur TDS Meter. dan untuk mengukur PH kita bisa gunakan PH meter, kedua alat tersebut sebaiknya dimiliki agar air nutrisi mudah dikontrol.

Pemberian Nutrisi ABMix
 Pemberian ABMix biasanya dilakukan secara bertahap setiap minggunya dari PPM kecil (misal 500 ppm) hingga mendekati PPM maksimal. disesuaikan jenis sayuran yang anda tanam.

Misal untuk tanaman kangkung, mingku ke 1 300ppm : minggu ke 2: 600 ppm, minggu ke 3: 900 ppm, begitu seterusnya, harus diingat setiap jenis sayuran memiliki takaran PPM yang berbeda setiap tumbuh kembangnya, anda bisa cari table PPM untuk tiap tanaman yang banyak tersedia di internet.


4. PELAJARI CARA MENYEMAI BENIH

Untuk menjadi petani hidroponik anda juga harus pandai menyemai benih, dalam menyemai benih ada trik-trik khusus sehingga hasil semaian sesuai dengan yang diharapkan.

Umumnya benih yang disemai harus cukup air, dan harus cukup cahaya matahari, pada tahap semaian biasanya hanya menggunakan air biasa.

Jumlah hari dicatat dengan satuan HSS (Hari setelah semai) yang dihitung dari bibit diletakan pada media semai.

Penyemaian biasanya diletakan pada rockwoll sampai semaian siap dipindahkan, semaian bisa dipindahkan dari rockwol ke pot tanam hidroponik setelah muncul 4 daun.


5. KENALI ISTILAH, ALAT DAN BAHAN HIDROPONIK

Untuk terjun ke dunia hidroponik setidaknya anda harus mengenal istilah juga alat dan bahan hidroponik, beberapa istilah serta alat dan bahan  hidroponik yang sering sekali digunkaan adalah sebagai berikut:

1. ABMIX, pupuk nutrisi hidroponik yang akan dilarutkan pada air sebagai media tanam hidroponik

2. Rockwool, Adalah media tanam hidroponik yang sering sekali digunakan.

3. TDS/EC Meter, alat ukur larutan nutrisi hidroponik biasanya satuan PPM atau mili siemen/cm

4. HSS, Hari setelah semai, jumlah hari semaian bibit dari mulai bibit diletakan pada media semaian hingga bibit bisa dipindah ke media tanam.

5. HST. Hari setelah tanam, jumlah hari dari mulai bibit di tanam pada media tanam hingga panen.

6. Kutilang, Kurus tinggi langsing, istilah yang disematkan untuk tanaman yang pertumbuhannya kurang baik karena kekurangan sinar matahari atau nutrisi.

7. Tandon, Tempat menggenangkan air nutrisi. biasanya pipa, bak, gentong dll

8. DFT, NFT, Rakit apung: Istilah sistem hidroponik (sudah dijelaskan di atas)

9. Gully, jenis talang hidroponik

10. Net Pot, Nama Pot tanam hidroponik yang bawahnya bolong-bolong

11. PPM / EC, Part per milion (satuan larutan air nutrisi hidroponik)

12. Aerator, alat pompa udara

13. Pompa Venturi, pompa air dan udara yang sering digunakan pada sistem hidroponik.

14. Simat, Sinar matahari


Demikian tentang Petunjuk pokok cara bertanam hidrponik untuk pemula: lengkap, semoga bermanfaat untuk anda