-->

Salam pengangguran!. di artikel ini saya hanya ingin mendokumentasikan dan berbagi pengalaman dulu pada saat memutuskan untuk budidaya anggur import/ anggur luar negeri. ternyata selain memeliharanya yang paling sulit adalah pada saat mencari bibit anggur yang benar-benar bagus dan valid/asli, mudah-mudahan informasi pada artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang bibit anggur. 


Berdasarkan pengalaman pada saat memutuskan ingin membeli bibit, ternyata banyak yang harus dipertimbangkan, dari mulai jenis bibit, variant dan juga harga.   yang paling sulit adalah memilih bibit yang benar karena jika kita amati jenis pembibitan anggur pun bermacam-macam ada yang  melalui grafting, atau ada juga yang melalui stek, tentunya untuk pemula akan sulit menentukan mana yang harus dipilih apakah yang grafting atau yang melalui stek.


Untuk saya pribadi pada saat ingin membeli bibit anggur, kekhawatiran saya cuma satu, saya takut tertipu dengan validitas bibit yang dibeli, kita salah memilih bibit, sehingga tidak sesuai dengan yang diharapkan. jangan sampai kita pelihara bibit ber tahun-tahun, namun setelah berbuah ternyata tidak original tidak sesuai dengan jenis anggur yang diinginkan, atau anggur yang kita tanam sulit untuk berkembang dan posturnya kecil.

 

Hal tersebut kemungkinan bisa dialami oleh siapapun, oleh karena itu untuk memberikan info tambahan untuk anda terutama yang masih pemula di artikel ini saya akan memberikan tips membeli bibit anggur impor agar yang benar agar anda tidak kena tipu. 


Tips membeli bibit anggur import agar tidak menyesal

Anggur import adalah anggur luar negeri yang dipaksakan ditanam di indonesia, pada saat membeli bibit anggur import ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:
 
 

Kenali  Grafting VS Ownroot

Umumnya ada 3 jenis pembibitan anggur yang sering ditanam, yang pertama adalah grafting (okulasi) dan yang kedua adalah ownroot dari batang stek dan yang ketiga adalah dari bijinya.
 
 
Grafting adalah jenis pembibitan dengan cara okulasi menyambung batang atas dan batang bawah, batang atas umumnya batang dari jenis tanaman anggur import yang masih muda (entrees) yang akan kita budidayakan, sementara batang bawahnya (root stock)  umumnya dipilih dari jenis anggur lokal yang sudah sangat cocok dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di indonesia.
 
 
Sementara Ownroot adalah jenis pembibitan anggur yang langsung ditanam dari potongan batangnya langsung.
 
 
Dari ketiga jenis bibit tersebut tentunya kita harus memilih bibit yang tepat untuk dibudidayakan agar anggur import dapat tumbuh dan berkembang, tahan terhadap hama dan juga bisa menghasilkan  buah yang maksimal.

Jenis Bibit anggur mana yang sebaiknya dipilih?

Untuk budidaya anggur jenis local, kita bisa memilih jenis bibit ownroot ataupun grafting, sementara jika anggur yang ingin kita tanam adalah anggur import yang paling bagus adalah memilih bibit dari hasil grafting, karena bibit hasil grafting adalah jenis bibit yang menggabungkan antara anggur local dan anggur import.
 
Batang bawah adalah batang anggur local yang sudah cocok hidup ditanam di indonesia, sementara batang atas adalah batang dari anggur import, sehingga pertumbuhannya dapat dipastikan akan baik.
 
Ada juga beberapa petani anggur yang bertanam anggur import hasil ownroot, sayangnya sejauh ini masih banyak perdebatan mengenai perkembangannya, sebagian besar ada yang kurang berhasil, seperti batang tidak vigor (besar), dan produksi buahnya pun sering gagal. 

Lebih baik pilih yang pasti-pasti aja, untuk anggur import saya sarankan lebih baik pilih dari jenis pembibitan hasil grafting, toh jenis ini sudah banyak yang berhasil.

Ini yang harus dipertimbangkan pada saat membeli bibit Anggur import ?

Jika anda mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan bibit anggur, anda beruntung karena anda akan mengetahui dengan pasti bibit seperti apa yang sebaiknya dipilih, sehingga anggur dapat dipastikan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan dapat berbuah lebat pada saat ditanam. 
 

Sementara untuk pemula ada - beberapa hal yang harus ditanyakan kepada penjual mengenai bibit anggur yang akan anda beli, beberapa pertanyaan yang bisa anda ajukan adalah sebagai berikut:
 
 

1. Pilih bibit hasil grafting (okulasi)
Tanyakan ini, dan pastikan untuk memilih bibit hasil grafting, untuk anggur import hasil graftingan dengan batang bawah (rootstock) anggur lokal dan batang atas import sudah terbukti dapat tumbuh dan berkembang dengan baik bahkan dapat berbuah lebat, karena secara otomatis akar sudah bisa menyesuaikan dengan iklim indonesia.
 

2. Kenali jenis grafting yang digunakan dan pilih yang bagus?
dari banyaknya teknik grafting, 2 jenis grafting yang sering digunakan adalah sambung sisip dan sambung pucuk. 
 
Pastikan anda memilih grafting sambung pucuk, biasanya grafting jenis ini kita sudah bisa memastikan bahwa root stock atau rs batang bawahnya sudah berakar. karena sambung pucuk umumnya dilakukam pada saat batang sudah tumbuh tunas dan itu artinya sudah terbentuk akar pada batang.
 
 
Contoh grafting sambung pucuk (anggur)


 
Namun bisa juga anda memilih bibit hasil grafting sisip, namun harus ditanyakan usia dari bibit tersebut, beberapa kasus grafting sambung sisip entrees bagian atas yang disambung tetap dapat tumbuh namun batang bawahnya (rootstock) belum berakar dengan baik, alhasil seiring waktu anggur bisa mati dan. jadi pastikan jika memilih grafting sambung sisip akar sudah terbentuk kuat.
 
Contoh Grafting sambung sisip 

 
Jika memilih bibit grafting sambung sisip, maka pastikan akar dari bibit sudah terbentuk dan usia benih sudah lebih dari 1 bulan, lebih lama lebih bagus.
 
 

3. Rootstock yang digunakan
Jenis rootstock atau akar batang di bagian bawah yang digunakan pastikan local seperti dari variant Isabella, Red master (RM) dll. beberapa jenis anggur local seperti isabella sahat tahan terhadap hama, ini akan membuat perkembangan tanaman anggur gratingan dapat tumbuh dengan baik.
 

4. Pilih Penjual terpercaya
Pastikan untuk memilih penjual terpercaya, anda bisa membeli di group-group facebook dari anggota yang sudah terpercaya, atau di market place.
 
 

5. Jangan tergiur dengan harga murah
Pastikan anda tidak tergiur dengan harga murah, pembuatan benih anggur import berkualitas tentunya perlu usaha dan waktu untuk mengembangkannya, sehingga kemungkinan besar tidak akan dijual murah. yang murah khawatir abal-abal dan tidak valid atau original, jadi mahal juga tidak apa-apa yang penting valid/ original dan punya kualitas.
 

6. Pilih jenis anggur import yang sudah terbukti dapat  berbuah dengan baik di indonesia
Ada banyak sekali anggur import ada yang perawatannya sulit bahkan ada yang sulit berbuah, pastikan ketika membeli bibit anggur import pilih jenis anggur yang sudah terbukti mudah sekali berbuah, berbuah banyak atau genjah dan mudah perawatannya.

berikut beberapa variant anggur import yang sudah terbukti berhasil ditanam di indoesia.

a. Anggur Ninel
b. Anggur Jupiter
c. Anggur Transfiguration
d. Anggur Akademik
e. Anggur Dixon
f. Anggur Harold
g. Anggur Romeo
h. Anggur Manicure Fingger
i. Anggur Veles
h. Anggur baikonur

dll. silahkan gabung group budidaya anggur di facebook agar wawasan anda tentang dunia anggur bertambah.

Halo sobat pengangguran, artikel yang sedang anda baca ini merupakan dokumentasi saya pribadi saat belajar tentang budidaya anggur, memelihara anggur memang tidak mudah namun sangat menyenangkan pada saat memeliharanya karena penuh dengan metode dan eksperimen, rasanya sangat puas sekali ketika kita mampu membuat tanaman anggur kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta mampu menghasilkan buah secara bagus dan maksimal sesuai yang diinginkan.

 

Sobat pengangguran, di artikel kali ini saya hanya ingin fokus  berbagi informasi tentang teknik pruning pada cabang tersier agar anggur cepat berbuah, semoga bermanfaat untuk yang membacanya.

 

Pruning adalah suatu proses pemangkasan dan pemeliharaan pohon anggur dari mulai pembentukan dimasa vegetatif sampai seterusnya.

 


Purning atau pemangkasan pada pohon anggur umumnya dilakukan pada saat kita ingin membentuk cabang sekunder, pada saat ingin membentuk cabang tersier dan juga pada saat anggur yang kita tanam ingin dibuahkan, jika tidak ada pemangkasan maka anggur tidak akan berbuah dengan maksimal.

 

Purning untuk pembentukan cabang sekunder sebenarnya bisa saja tidak dilakukan tergantung dari teknik, bisa saja dengan membelokan batang primer anggur secara horizontal sehingga menjadi batang sekunder, namun bisa juga dilakukan pemotongan pada ujung batang primer dengan ketinggian tertentu, sehingga tunas bud atau tunas air pada batang primer dapat tumbuh dan berkembang untuk dijadikan cabang sekunder. itu semua legal dan diperbolehkan tergantug teknik yang dipilih si petani anggur.

 

Sementara pemangkasan pada cabang tersier umumnya dilakukan pada saat cabang tersier sudah menumbuhkan daun lebih dari 14 daun. pemangkasan pada cabang tersier  sekaligus menggunduli pohon anggur dilakukan tujuannya untuk memanipulasi tanaman anggur agar mendapatkan keadaan seperti saat mereka berada di tempat asalnya di daerah sub-tropis dengan 4 musim, pada musim gugur seluruh daunnya rontok dilanjutkan dengan musim dingin yang membuat mereka memasuki masa dormant /istirahat atau tidur.

 

 Selanjutnya saat memasuki musim semi mereka akan kembali tumbuh dengan membawa cluster-cluster bunga. Dengan melakukan pemangkasan kita tidak hanya membantu tanaman anggur untuk berbuah tetapi juga sekaligus menata percabangan sesuai dengan keinginan.

 

Agar anggur cepat berbuah pemangkasan pada cabang tersier harus dilakukan sekaligus menggundulinya.  karena jika tidak tanaman anggur kita akan sulit untuk berbuah dan walaupun mampu bebuah, hasilnya tidak akan sesuai dengan yang kita inginkan.

 

Dalam memotong cabang tersier anggur cepat berbuah, ada banyak teknik yang bisa dilakukan oleh para petani anggur, teknik yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan jenis variant anggur yang kita tanam, namun teknik tersebut bisa kita coba pada tanaman anggur kita apapun jenis tanaman anggurnya.

 

Kapan pemangkasan (Pruning) sebaiknya dilakukan 

Pruning awal dilakukan tidak tergantung pada usia tanaman anggur, namun yang dijadikan pertimbangan adalah dengan memperhatikan ukuran dan kematangan batang anggur, jika ingin dilakukan pemangkasan pada batang primer ataupun skunder, pastikan batang sudah berkayu /berwarna kecoklatan dan ukuran batang minimal sebesar pensil atau berukuran minimal (7 mm), lebih besar dan lebih matang justru lebih bagus.

 

Sementara pruning untuk membuahkan tanaman anggur yang kita tanam, dilakukan pada batang tersier setelah kita biarkan batang tersier tumbuh sampai lebih dari 14 daun. jumlah melakukan pruning pada batang tersier umumnya menyesuaikan dengan jumlah anggur berbuah, anggur dalam setahun mampu berbuah biasanya 2-3 kali tergantung variant. kita bisa memangkasnya untuk dipaksa melakukan pembuahan setiap 4 bulan sekali.


4. Teknik Pemangkasan cabang tersier anggur agar cepat berbuah

Agar pohon anggur berbuah, maka perlu dilakukan pemangkasan pada batang tersier, bahkan hingga menghabisi daunnya, jangan khawatir dua minggu ke depan akan tumbuh bagus kok, yang penting diperhatikan terus.

 

Pemangkasan sebaiknya dilakukan di awal musim kemarau atau diakhir musim hujan, karena pada saat musim hujan anggur sedang dalam masa dormant (fase tidur/ istirahat katanya), jika dilakukan pruning untuk pembuahan pada fase ini dikhawatirkan tidak maksimal dan pohon anggur akan mudah terkena hama.

 

Lebih baik dilakukan di awal atau pada saat musim kemarau, dan atau setelah 4 bulan setelah pruning cabang tersier sebelumnya.

 

Berikut 4 teknik pemangkasan cabang tersier pada anggur agar cepat berbuah.

 

1. Reset Spur Pruning

Pemangkasan cabang tersier pertama yang dapat dipilih adalah teknik reset spur Pruning, teknik ini dilakukan dengan cara memotong habis cabang tersier tanpa menyisakan tunas satupun pada cabang tersier. tapi jangan khawatir walaupun tunas di babat habis cabang sekunder dari ruas tersebut akan muncul tunas bud baru yang akan tumbuh dan berkembang dan membawa cikal buah. 

Reset spur pruning

 

Reset spur sebaiknya dilakukan jika bertepatan dengan musim kemarau. ini berguna untuk memperbaharui cabang tersier apabila cabang tersier sebelumnya sudah tua/ tidak prima.

Perlu diingat, sebaiknya reset spur dilakukan pada cabang tersier yang dikembangkan dari tunas utama/tunas bud, karena tunas bud kualitasnya bagus, pertimbangkan melakukan reset spur pruning pada cabang tersier yang ditumbuhkan dari tunas air.


2. Short Spur Pruning

Short Spur atau pemangkasan pendek adalah pemangkasan cabang tersier dengan menyisakan 1 sampai dengan 3 tunas pada cabang tersier. jika ingin menyisakan 2 tunas, maka pemotongan harus dilakukan di bawah ruas ketiga atau jika ingin menyisakan 1 tunas maka pemotongan dilakukan tepat di bawah ruas ke dua, begitu juga jika ingin menyisakan 3 tunas.

 

Short spur pruning 2 tunas

 

Sama halnya dengan reset spur, short purning sebaiknya dilakukan di musiam kemarau, agar pertumbuhan lebih baik dan maksimal.


3. Medium Spur Purning

Medium spur atau pemangkasan medium adalah pemangkasan cabang tersier dengan menyisakan 5 sampai dengan 7 tunas.

Jika setelah pruning dilakukan, namun tunas paling atas tumbuhnya di ruas ke 5 maka ruas ke atasnya harus dipotong agar mampu mengoptimalkan nutrisi pada tunas yang tumbuh tersebut.

 

4. Long Spur Purning

Long Spur atau pemangkasan panjang dilakukan pada cabang tersier dengan menyisakan 10 sampai 12 mata tunas.


Dalam satu pohon bisa bereksperimen menggunakan teknik macam-macam.

Mungkin diantara anda pemula seperti saya pernah bertanya, apakah dalam satu pohon bisa bermacam-macam teknik pruning spur yang bisa digunakan ?
 
Sepertinya tidak ada standar khusus, apa teknik yang harus dipilih, kita bisa bereksperimen sendiri, maka yang cocok untuk tanaman anggur kita, bahkan dalam satu pohon anggur kita bisa menggunakan teknik bermacam-macam, dari mulai reset spur, long spur maupun short spur. silahkan bereksperimen hingga mendapatkan teknik purning yang cocok, menghasilkan buah yang banyak dan maksimal itu adalah yang terbaik.


Ini dokumentasi saya tentang memahami budidaya anggur agar tak lupa, karena selain hobi berhidroponik saya kebetulan hobi bertanam anggur memeliharanya sambil menikmati hidup ditemani secangkir kopi di pagi hari.

 

Apa yang disampaikan pada artikel ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu tentang cara membedakan tunas air, tunas bud/tunas utama dan sulur pada pohon anggur, untuk pemula pengetahuan tentang tunas iar, tunas BUD dan sulur ini perlu diketahui dan dipahami agar kita mampu memelihara pohon anggur yang ditanam dengan baik dan benar, dari mulai fase pegetative (pembesaran) hingga fase generatif (pembuahan).

 

Untuk mengetahui mana yang disebut tunas air, tunas bud dan sulur, kita harus mengetahui dulu karakteristik pohon anggur.

 

Pohon anggur umumnya dapat tumbuh dengan batang yang membentuk ruas- ruas, dimana di setiap ruas biasanya ditumbuhi daun, tunas air, tunas bud dan juga terkadang sulur, setiap ruas biasanya selalu terdapat satu tangkai daun, tunas air dan tunas bud, sementara sulur terkadang ada terkadang tidak.

 


 

Baik tunas bud, tunas air maupun tunas sulur, memiliki peran masing masing, tunas air adalah tunas yang digunakan untuk membantu tanaman anggur berfotosintesis dari mulai awal pertumbuhan hingga besar sehingga pohon anggur tumbuh dan berkembang, sementara tunas bud adalah tunas utama yang dapat membentuk cabang baru dan juga yang dapat menghasilkan bakal bunga buah anggur, sementara sulur gunanya untuk pohon anggur mengikatkan diri pada ajir untuk merambat.

 

Tunas air umumnya lebih mudah tumbuh dibandingkan dengan tunas bud, sementara tunas bud lama sekali tumbuh kecuali dilakukan penumbuhan  dini dengan cara-cara tertentu. Baik tunas air maupun tunas Bud keduanya dapat dijadikan bakal cabang sekunder, maupun cabang tersier dari pohon anggur.


Membedakan tunas air, tunas bud dan sulur

Untuk membedakan tunas air, tunas bud  pada pohon anggur dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Jadi Pada setiap ruas pohon anggur, pasti selalu ditumbuhi tuas bud, daun dan juga tunas air dan kadang ada sulur untuk merambat dan mengikat.

 

Apakah tunas Air bisa dijadikan batang tersier?

Tunas air umumnya digunakan oleh pohon anggur untuk membantu potosintesis sehingga pohon anggur dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat, tunas air juga dapat digunakan untuk pembentukan cabang sekunder maupun cabang tersier jika diinginkan.

Selain itu juga tunas air dapat digunakan untuk membentuk cikal bakal buah, namun jika cabang tersier dikembangkan dari tunas air, biasanya kualitas buah nya kurang bagus jika dibandingkan dengan bakal buah dari tunas bud.

Seperti yang dikutif dari artikel luar negeri berikut:

 


 

Menurut artikel di atas, "...jika kita menumbuhkan batang tersier dari tunas air, maka akan rentan terhadap hama dan juga akan menghasilkan buah yang kecil......."

 

Tunas air sebaiknya di potong untuk menumbuhkan tunas Bud, atau untuk membesarkan tunas air yang lainnya yang pertumbuhannya kurang, selama masa pegetativ, tunas Air bisa dipotong dan disisakan 1 daun, sementara pada saat perencanaan pembuahan, tunas air umumnya dibabad habis (disetek/pruning) sehingga pohon anggur hanya menyisakan, batang primer, batang sekunder dan batang tersier, tunas bud dari batang tersier yang sudah dipotong, tunas budnya akan tumbuh dan berkembang membawa bakal buah.

 

Tunas Bud sebaiknya dipilih untuk dijadikan batang tersier.

Tunas bud baik sekali digunakan untuk batang sekunder dan juga batang tersier, sebaiknya pada saat kita membentuk batang tersier untuk bakal pembuahan, lebih baik dipilih tunas bud untuk dikembangkan dibanding dengan tunas air, karena bakal buah dari tunas utama/tunas bud umumnya memiliki kualitas yang lebih baik, daya tahan batang lebih kuat  jika dibandingkan batang dari tunas air.


Mengenal 3 jenis tunas bud

Tunas bud pada ketiak daun ruas pohon anggur ada 3 jenis dan harus dapat kita kenali dengan baik. perbedaan ke 3 jenis tunas bud tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

a. Bud Pegetatif

Bud pegetatif adalah tunas utama yang dapat tumbuh dan berkembang untuk cikal bakal batang baru, tunas jenis ini dapat digunakan untuk membentuk cabang sekunder maupun cabang tersier.

 

b. Tunas Generatif

Tunas bud generatif adalah tunas yang dapat menghasilkan bakal buah, tunas jenis ini sebaiknya dipelihara dan dibesarkan jika kita hendak membuahkan pohon anggur yang kita tanam. sebaiknya saat memutuskan untuk membuahkan pohon anggur, pastikan batang pohon anggur sudah berwarna coklat dan ukurannya minimal sebesar batang pulpen.


c. Tunas Bud Campuran

Ini merupakan tunas bud yang dapat dignakan untuk batang tunas baru dan juga sekaligus dapat menghasilkan bakal buah.




 Ada banyak sekali jenis tanaman terutama tanaman sayuran konsumsi yang bisa kita tanam secara hidroponik, baik untuk kebutuhan sayuran rumahan, maupun untuk kebutuhan bisnis. menanam dengan teknik hidrponik dipilih karena pemeliharannya lebih praktis, tidak harus memiliki area persawahan dan harga jualnya pun lebih mahal.


Tidak jauh berbeda dengan teknik menanam sayuran secara konvensional, dengan teknik menanam secara hidro ponik pun hampir semua jenis tanaman sayuran bisa kita budidayakan. Namun pada saat memilih tanaman untuk skala bisnis, setidaknya kita harus melakukan riset pasar dan juga mampu menentukan jenis tanaman sayuran yang mudah tumbuh, dan cepat dipanen.

 

Jika tanaman semakin sering dipanen, maka penghasilan pun akan berbanding lurus dengan biaya dan tenaga yang kita keluarkan, semakin cepat dipanen uangpun akan lebih cepat kita dapatkan.

 

Untuk skala bisnis, jenis tanaman hidrponik yang bisa kita pilih untuk ditanam alangkah baiknya  memiliki karakteristik, sebagai berikut:

  • Memiliki masa panen yang singkat,
  • Mudah tumbuh dan mudah dipelihara
  • Banyak disukai oleh masyarakat
  • Harganya lumayan
  • Tidak perlu modal banyak
  • Lebih cepat dipanen
  • Bisa panen berkali-kali tanpa harus menaman ulang.

salah satu jenis tanaman hidrponik yang sesuai dengan karakter di atas adalah tanaman kangkung.


 Tanaman hidrpinik paling cepat panen

Dari sekian banyaknya tanaman jenis sayuran yang paling banyak ditanam secara hidrponik yang cepat untuk dipanen adalah kangkung.

 

Kangkung, tanaman hidrponik paling cepat panen

 

Masa panen kangkung adalah 28- hingga 30 hari, selain itu kangkung bisa dipanen secara berulang tanpa harus menanam lagi dari awal.

Setelah masa panen sebelumnya, kangkung bisa dipanen kembali setiap 15 hari begitu seterusnya, bahkan bisa dipanen sampai dengan 5 kali dengan kualitas yang cukup baik.


Kangkung hidroponik sangat menguntungkan untuk dibudidayakan 

Satu jenis tanaman sayuran yang bisa dibudidayakan secara hidrponik untuk sekala usaha adalah tanaman sayuran kangkung.

Banyak sekali petani sukses dari menanam kangkung, mereka mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dalam satu bulan hanya dari menanam kangkung.

Tanaman kangkung banyak dipilih karena di indonesia tanaman ini paling banyak diminati oleh masyarakat, bahkan tanaman kangkung disebut sebagai tanaman sejuta umat, itu karena terlalu banyak orang yang menyukai sayuran yang satu ini.

Dengan demikian kita sudah bisa memastikan bahwa pangsa pasar untuk tanaman ini cukup bagus, sehingga tanaman ini layak untuk dijadikan media bisnis.
 

Tanaman kangkung lebih cepat panen (28-30 hst) dan bisa dipanen lebih dari satu kali

Jika anda sedang mencari jenis tanaman yang bisa ditanam secara hidrponik dan lebih cepat panen, anda bisa memilih tanaman kangkung, jenis tanaman yang satu ini sangat cepat pertumbuhannya sehingga cepat untuk dipanen dan pemeliharannya tidak sulit.
 
Untuk kangkung hidrponik bisa dipanen pada usia 28 hingga 30 hari, tergantung kebutuhan, jika ingin mendapatkan tanaman muda maka kangkung bisa dipanen di usia 25-28 HST (hari setelah tanam).  jika ingin usia yang cukup ideal dikonsumsi rata-rata bisa dipanen pada usia 30 HST.

Keuntungan lain dari tanaman hidrponik kangkung adalah, tanaman ini bisa dipanen berkali-kali, setelah panen dengan cara dipetik.

Setelah panen yang pertama, tanaman ini dapat tumbuh lagi mengeluarkan tunas baru dengan baik bahkan tanpa harus dikasih nutrisi tambahan, setelah 15 hari tanaman ini bisa dipanen ulang, begitu seterusnya.

Saya pribadi pun sering menanam kangkung dan setiap 15 hari bisa dipanen hingga sampai 5 kali panen tanpa harus menanam ulang dari awal.

Untuk hidponik sekala besar, dengan kelebihan ini bisa anda gunakan untuk menanam kangkung dengan masa panen selang-seling, hingga setiap minggu bisa panen, atau diseting setiap hari agar bisa panen secara bergantian.


Kangkung mudah dipelihara dan dibudiayakan secara hidrponik

Selain memiliki masa penen yang singkat, kangkung mudah sekali dibudidayakan secara hidrponik, tidak banyak menghabiskan nutrisi, bahkan hanya dengan air biasa pun kangkung bisa tumbuh cukup baik.
 
 
Namun untuk mendapatkan hasil yang berlimpah kita lebih baik menyeuaikan kebutuhan nitrisi agar pertumbuhan kangkung bisa maksimal dan bisa dipanen dengan kualitas yang baik.

 

Banyak disukai oleh masyarakat dan harganya relatif murah

Mungkin ini bukan rahasia umum lagi, kita ketahui rata-rata masyarakat indonesia sangat menyukai kangkung sebagai sayuran yang kadang bisa dikonsumsi setiap hari, selain memiliki kandungan gizi yang bagus harga kangkung juga relatif murah sehingga terjangkau untuk kalangan kecil maupun menengah,.
 
Budidaya  kangkung hidrponik bisa dijadikan lahan untuk usaha kecil menengah yang cukup potensial. untuk skala kecil kangkung bisa dijual ke tetangga terdekat atau masyarakat sekitar, sementara untuk usaha sekala besar kita bisa menjualnya ke pasar atau ke toko-toko yang khusus menjual aneka sayuran.
 
Dengan pengemasan yang menarik ditambah embel-embel hidrponik dan tampilan menarik, umumnya masyarakat akan lebih menyukainya dan berminat untuk membelinya.
 
 
 
Sebenarnya ada banyak tanaman hidrponik yang cepat untuk dipanen, seperti pakcoy, chaisim, bayam dan tanaman sayuran semacamnya, namun kangkung bisa menjadi pilihan karena memiliki masa panen yang singkat, pemeliharan yang mudah juga bisa dipanen berkali-kali..

Kisah sukses petani kangkung raup puluhan juta rupiah dari jualan kangkung hidrponik

Zekky Bachry menempatkan 32 perangkat hidroponik bertingkat di lahan terbuka seluas 3.000 m². Petani di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu menanam kangkung dengan teknologi hidroponik. 
 
Setiap perangkat terdiri atas 24 talang pipa polivinil klorida (PVC) dengan panjang masing-masing 12 meter. Ia menyusun talang-talang itu dalam rak berbentuk segitiga. 




Dari seluruh perangkat itu, Zekky memanen 1,5 ton kangkung setiap pekan. Zekky mengemas hasil panen dalam kemasan berbobot 250 g dan 1.000 g. Ia menjual hasil panen itu ke pasar swalayan Rp20.000 per kg. Artinya, dalam sepekan omzet Zekky rata-rata hingga Rp30-juta per pekan. Menurut Zekky dengan harga jual itu sangat menguntungkan meski biaya investasi ketika memulai budidaya relatif mahal.

Alumni Jurusan Fisika Universitas Indonesia itu mengatakan biaya produksi untuk menghasilkan 1 kg kangkung hidroponik hanya Rp8.000. Artinya, ia memungut laba Rp12.000 per kg. Dengan laba sebesar itu Zekky bisa mencapai balik modal setelah berproduksi selama 10 bulan. “Kangkung jenis tanaman yang mudah dibudidayakan dan disukai semua kalangan. Namun, nilainya akan meningkat jika dibudidayakan secara hidroponik,” kata Zekky.

Menurut praktikus hidroponik asal Kota Bandung, Jawa Barat, Charlie Tjendapati, budidaya kangkung dengan sistem hidroponik memang menguntungkan. Hasil hitung-hitungan Charlie, jika terdapat 86.400 lubang tanam, maka menghasilkan 5.400 kg sekali panen. “Sekilogram kangkung terdiri atas 64 tanaman. Jika setiap lubang tanam menghasilkan 4—6 tanaman, maka untuk menghasilkan sekilogram kangkung perlu 16 lubang tanam. Jika jumlah lubang tanam 86.400, berarti jumlah panen mencapai 5.400 kg,” katanya.


Salah satu sistem dalam menanam secara hidroponik yang paling banyak dipilih oleh para pemula yang masih belajar dan baru terjun ke dunia tanam menanam secara hidrponik adalah sistem wick.

 

Sistem wick dikenal juga sebagai sistem sumbu, adalah sistem menanam hidrponik yang menggunakan air tergenang pada suatu wadah dimana pada setiap pot tanamnya menggunakan sumbu dari kain flanel atau kain lainnya  yang mudah menyerap air, fungsi dari sumbu tersebut untuk menghantarkan air nutrisi ke akar tanaman.

 

Sistem wick merupakan sistem yang paling murah dan mudah untuk diimplementasikan, karena sistem ini bisa menggunakan peralatan bekas yang banyak tersedia di rumah seperti botol plastik bekas air mineral, dirigen bekas, sisa pipa vpc yang tidak terpakai, dan lain sebagainya yang penting wadah tersebut mampu menampung air dan disarankan bukan terbuat dari logam. 

kelebihan dan kekurangan hidrponik sistem wick
Konsep sistem wick hidrponik

Hidroponik sistem wick memang sangat cocok untuk pemula yang baru memulai ingin bertanam hidrponik, dengan modal yang cukup murah dari sistem inilah para pemula akan banyak belajar mengenai cara merawat tanaman hidroponik sehingga mereka seiring waktu akan mampu mengenali setiap kendala pada tanaman hidrponik terutama sistem wick. 

 

Mengenai sistem wick di artikel kali ini saya akan coba menguraikan kekurangan dan kelebihan dari sistem wick yang harus anda ketahui, sehingga dengan mengenali kelebihan dan kekurangannya anda setidaknya bisa mempertimbangkan untuk memilih sistem wick ini serta dapat mengantisifasi setiap permasalahan pada sistem wick ini.

 

Kelebihan dan Kekurangan sistem wick.

Sistem wick memang sangat sederhana dan sangat murah, jika dibandingkan dengan sistem lainnya seperti sistem DFT, NFT, sistem rakit apung, sistem wick ini terbilang sistem hidrponik yang paling murah, namun sistem wick ini cukup sulit dalam praktis.


1. Kelebihan sistem Wick

Untuk anda pemula anda bisa mulai mencoba bertanam hidrponik dengan sistem wick (sistem sumbu), kelebihan sistem wick adalah sebagai berikut:

 

a. Biaya murah

Sistem wick bisa menggunakan barang-barang bekas yang banyak ersedia di rumah, seperti wadah-wadah plastik, bekas botol air mineral, kotak styrofoam box makanan, kotak styrofoam bekas buah-buahan dan lain sebagainya, dengan menggunaan media tanam yang banyak tersedia di rumah, maka akan menghemat biaya.


b. Sistem wick tidak perlu menggunakan Pompa

Pada sistem wick sebenarnya tidak perlu menggunakan pompa baik pompa aerator namun pompa air, namun begitu jika memang memiliki modal lebih anda bisa menggunakan pompa udara atau pompa aerator untuk menyuplai oksigen ke air sistem wick yang umumnya tergenang alias tidak mengalir. Dengan tambahan pompa erator setidaknya anda tidak perlu repot mengobok-obok air nutrisi secara manual.


2.  Kekurangan sistem Wick

Selain memiliki kelebihan sistem wick hidroponik juga memiliki beberapa kelemahan yang harus anda waspadai, kelamahan dari sistem wick adalah sebagai berikut:

 

a.  Perawatan yang cukup sulit.

Sistem wick merupakan salah satu sistem hidrponik yang kurang praktis menurut saya, kita akan cukup dibuat repot pada saat pemeliharaan apalagi jumlah tanaman dan media tanamnya banyak, seperti ketika mengganti air nutrisi apabila air nutrisi pada wadah sistem wick habis, atau ketika ingin menaikan nilai PPM air nutrisi. 

 

Jika wadah lebih dari satu maka kita akan cukup di buat repot pada saat pemberian air nutrisi baik pada saat obok-obok air nutrisi untuk oksigen, ingin meningkatkan PPM air nutrisi atau pada saat ingin menambah air nutrisi karena habis terutama pada saat menjelang panen air akan cepat habis dan kita harus sering cek dan menambahkan air nutrisi ketika air surut diserap oleh tanaman.

 

b. Pertumbuhan tanaman kurang maksimal

Tanaman hidroponik sangat ditentukan oleh kadar oksigen dalam air nutrisi, nilai PPM air nutrisi dan suhu air nutrisi, jika satu diantaranya kurang maka pertumbuhan tanaman hidrponik dapat dipastikan akan terganggu dan kurang maksimal, bahkan bisa jadi mati.

 

Pada sistem wick dengan air tergenang tanpa aerator jika kita kurang telaten dalam pemeliharaan, maka bisa jadi air nutrisi akan kurang oksigen, atau suhu air naik yang mengakibatkan mengganggu pertumbuhan tanaman menjadi lebih lambat.

 

c. Mudah terkena busuk akar

Karena menggunakan air tergenang, apabila suhu naik dan air kekurangan oksigen, maka jika dibiarkan terus demikian akan berpengaruh pada PH air nutrisi yang meningkat dan jika terus dibiarkan bisa mengakibatkan busuk akar karena pertumbhan jamur pda akar tanaman, sehingga tanaman bisa layu dan mati.


SOLUSI

Kekurangan di atas sebenarnya bisa dihindari jika kita telaten memelihara tanaman hidrponik kita yang menggunakan sistem wick. sebagai berikut:

 

  • Menjaga agar air terus mendapatkan suplai oksigen, bisa dilakukan manual dengan cara di obok-obok airnya diobok-obok setiap hari minimal satu kali, atau menambahkan pompa aerator.
  • Menghindari panas berlebih pada air dan udara di sektar wadah media tanam, kita bisa menjemurnya di bawah plastik UV (Grand house), atau memberikan warna terang pada tutup atau wadah media tanam yang digunakan.
  • Memastikan tanaman mendapatkan nilai PPM yang cocok, agar lebih mudah kita bisa menggunakan TDS Meter.
  • Pemeliharaan lebih telaten

 

Dengan upaya di atas, kemungkinan besar tanaman hidrponik kita yang menggunakan sistem wick, baik dari botol bekas, box styrofoam nasi, atau box styrofoam bekas buah-buahan dan media lainnya bisa tumbuh berkembang dengan baik dan bisa panen secara maksimal.