Pilihan processor sangat penting pada saat ingin membeli sebuah komputer atau laptop, karena processor akan mempengaruhi kinerja keseluruhan sistem. Processor akan menentukan kecepatan komputer dalam menjalankan program, multitasking, dan menangani beban kerja yang berat seperti rendering video atau game. Semakin cepat dan canggih processor yang digunakan, semakin baik pula kinerja komputer tersebut.

Selain itu, pilihan processor juga akan mempengaruhi kompatibilitas dengan perangkat keras lainnya, seperti motherboard dan memori. Sebagai contoh, jika Anda memilih processor dengan soket yang tidak cocok dengan motherboard, maka komputer tidak akan dapat dioperasikan. Oleh karena itu, pemilihan processor harus dipertimbangkan dengan cermat untuk memastikan bahwa komputer yang dibeli dapat memenuhi kebutuhan Anda, baik itu untuk penggunaan sehari-hari, bisnis, atau gaming.



Namun, pemilihan processor tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan saat membeli komputer. Anda juga harus mempertimbangkan faktor lain seperti kapasitas memori, kartu grafis, kapasitas penyimpanan, dan fitur lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja dan pengalaman pengguna.

 

perbedaan amd vs intel

Teknologi proccesor yang cukup populer saat ini adalah AMD dan Intel, Saat ingin membeli komputer tentunya tidak jarang kadang kita dipusingkan untuk memilih diantara kedua proccessor tersebut, mana yang sebaiknya dipilih, untuk itu anda harus cukup memiliki referensi mengenai perbandingan kedua processor tersebut.


Perbedaan Proccessor AMD VS Intel?

AMD dan Intel adalah dua produsen processor komputer yang paling populer di dunia saat ini. Berikut adalah beberapa perbedaan antara AMD dan Intel:

1. Arsitektur
AMD dan Intel memiliki arsitektur yang berbeda untuk processor mereka. AMD menggunakan arsitektur Zen, sementara Intel menggunakan arsitektur x86.

2. Kinerja
Kinerja processor AMD dan Intel bergantung pada banyak faktor, seperti kecepatan clock, jumlah core, dan arsitektur. Sebagai contoh, beberapa processor AMD memiliki lebih banyak core dibandingkan dengan processor Intel sekelasnya, yang dapat memberikan kinerja yang lebih baik untuk aplikasi yang membutuhkan banyak core.

3. Harga
Harga processor AMD dan Intel bisa bervariasi tergantung pada spesifikasi dan performa masing-masing model. Secara umum, AMD cenderung lebih terjangkau daripada Intel dalam kategori processor kelas menengah.

4. Konsumsi daya
AMD dan Intel memiliki konsumsi daya yang berbeda untuk processor mereka. AMD cenderung lebih efisien dalam hal konsumsi daya, yang membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk perangkat portabel dan sistem yang memerlukan daya rendah.

5. Kompatibilitas motherboard
AMD dan Intel memiliki desain socket yang berbeda untuk processor mereka. Sebelum membeli processor, pastikan bahwa motherboard yang digunakan mendukung socket dan tipe processor yang diinginkan.

Perbedaan-perbedaan di atas adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih processor AMD atau Intel. Namun, faktor-faktor seperti budget, kebutuhan aplikasi, dan preferensi pribadi juga harus dipertimbangkan sebelum membeli processor.

 

Kelebihan dan Kekurangan Proccessor AMD dan Intel?

Berikut adalah beberapa kelemahan dari prosesor AMD dan Intel:

Kelemahan prosesor AMD:

1. Terbatas pada perangkat tertentu
Beberapa perangkat masih membutuhkan prosesor Intel, seperti beberapa laptop bisnis dan workstation. Ini dapat membatasi pilihan bagi pengguna yang mencari perangkat dengan performa tinggi.

2. Tidak sepopuler Intel
Meskipun prosesor AMD memiliki performa yang baik dan harganya lebih terjangkau, AMD tidak sepopuler Intel di kalangan konsumen.

3. Kurang efisien dalam hal overclocking
AMD memiliki tendensi untuk menghasilkan lebih banyak panas ketika overclocking, dibandingkan dengan Intel. Ini dapat menyebabkan masalah dengan suhu dan stabilitas sistem.

Kelemahan prosesor Intel:

1. Harganya lebih mahal
Prosesor Intel cenderung lebih mahal dibandingkan dengan prosesor AMD sekelasnya, terutama di kategori prosesor high-end.

2. Rentan terhadap overheat
Beberapa model processor Intel cenderung menghasilkan lebih banyak panas ketika bekerja dengan beban tinggi, dan dapat menjadi rentan terhadap overheat dan kerusakan sistem.

3. Tidak memiliki banyak core
Beberapa model processor Intel memiliki sedikit core dibandingkan dengan beberapa model AMD sekelasnya. Ini dapat membatasi kemampuan untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan banyak core.

Namun, kelemahan-kelemahan di atas bukan berarti prosesor AMD atau Intel tidak dapat digunakan secara efektif dalam berbagai kebutuhan. Semua kelemahan dan kelebihan harus dievaluasi dan dibandingkan secara menyeluruh sebelum memilih prosesor yang sesuai dengan kebutuhan Anda. 



Berikut adalah beberapa kelebihan dari processor AMD dan Intel:

Kelebihan processor AMD:

1. Performa yang baik dengan harga terjangkau
Processor AMD cenderung memiliki performa yang baik dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan processor Intel sekelasnya.

2. Lebih banyak core
Beberapa model processor AMD memiliki lebih banyak core dibandingkan dengan processor Intel sekelasnya, yang membuatnya lebih unggul dalam menjalankan aplikasi yang membutuhkan banyak core, seperti rendering video dan pemrosesan data.

3. Efisien dalam hal konsumsi daya
Processor AMD cenderung lebih efisien dalam hal konsumsi daya, yang membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk perangkat portabel dan sistem yang memerlukan daya rendah.



Kelebihan processor Intel:

1. Performa yang lebih unggul untuk beberapa aplikasi
Beberapa aplikasi seperti permainan dan pemrosesan single-threaded memiliki performa yang lebih unggul pada processor Intel, terutama pada kategori processor high-end.

2. Lebih banyak dukungan dan kompatibilitas
Intel memiliki lebih banyak dukungan dan kompatibilitas dengan sistem operasi dan perangkat keras, terutama untuk perangkat tertentu seperti laptop bisnis dan workstation.

3. Tersedia dalam berbagai tipe dan model
Intel memiliki lebih banyak tipe dan model processor yang tersedia, mulai dari processor entry-level hingga high-end, yang memungkinkan pengguna untuk memilih processor yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Namun, kelebihan-kelebihan di atas hanya merupakan beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih processor. Faktor lain seperti budget, kebutuhan aplikasi, dan preferensi pribadi juga harus diperhatikan untuk memilih processor yang tepat.

 

Alasan Kenapa Anda harus membeli proccessor AMD?

Berikut adalah beberapa alasan yang perlu dipertimbangkan kenapa anda harus membeli komputer atau laptop dengan processor AMD:

1. Kebutuhan aplikasi
Pertama-tama, Anda harus mempertimbangkan jenis aplikasi atau tugas yang ingin Anda jalankan di komputer Anda. Jika Anda bekerja dengan tugas-tugas yang membutuhkan banyak core seperti pemrosesan data, rendering video, atau gaming, maka processor AMD bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

2. Budget
Processor AMD cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan processor Intel sekelasnya. Jika Anda memiliki budget terbatas, maka processor AMD bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memaksimalkan performa dengan budget yang terbatas.

3. Konsumsi daya
Jika Anda mencari processor yang efisien dalam hal konsumsi daya, maka processor AMD bisa menjadi pilihan yang baik. Beberapa model processor AMD memiliki konsumsi daya yang lebih rendah, yang cocok untuk perangkat portabel atau sistem yang memerlukan daya rendah.

4. Kompatibilitas
AMD memiliki beberapa model processor yang terbatas pada perangkat tertentu, seperti beberapa laptop bisnis dan workstation. Pastikan untuk memeriksa kompatibilitas processor AMD dengan perangkat keras dan sistem operasi yang Anda gunakan.

5. Upgradability
AMD sering kali memiliki dukungan untuk socket yang sama untuk beberapa generasi processor, yang memungkinkan pengguna untuk meng-upgrade processor mereka tanpa harus mengganti motherboard mereka. Jadi, jika upgradability penting bagi Anda, maka AMD bisa menjadi pilihan yang baik.

6. Brand preference
Terakhir, Anda mungkin memiliki preferensi merek tertentu. Jika Anda lebih suka merek AMD atau Anda pernah menggunakan produk AMD sebelumnya dan merasa puas dengan kinerjanya, maka Anda mungkin lebih memilih untuk membeli processor AMD.

Semua pertimbangan di atas harus dievaluasi dengan cermat sebelum memutuskan untuk membeli processor AMD atau merek lainnya.


Alasan Kenapa anda harus membeli Laptop atau Komputer dengan Proccessor Intel?

Berikut adalah beberapa alasan yang perlu dipertimbangkan kenapa anda harus membeli komputer atau laptop dengan processor Intel:

1. Kebutuhan aplikasi
Pertama-tama, Anda harus mempertimbangkan jenis aplikasi atau tugas yang ingin Anda jalankan di komputer Anda. Jika Anda bekerja dengan tugas-tugas yang memerlukan performa single-threaded yang lebih baik seperti gaming, maka processor Intel bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

2. Performa
Intel sering kali memiliki performa yang lebih baik untuk beberapa aplikasi, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan performa single-threaded yang baik. Jika performa adalah prioritas utama Anda, maka processor Intel bisa menjadi pilihan yang tepat.

3. Kompatibilitas
Intel memiliki lebih banyak dukungan dan kompatibilitas dengan sistem operasi dan perangkat keras, terutama untuk perangkat tertentu seperti laptop bisnis dan workstation. Pastikan untuk memeriksa kompatibilitas processor Intel dengan perangkat keras dan sistem operasi yang Anda gunakan.

4. Tersedia dalam berbagai tipe dan model

Intel memiliki lebih banyak tipe dan model processor yang tersedia, mulai dari processor entry-level hingga high-end, yang memungkinkan pengguna untuk memilih processor yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

5. Upgradability
Intel sering kali mengganti socket mereka untuk setiap generasi processor baru. Jadi, jika upgradability penting bagi Anda, maka Anda harus mempertimbangkan apakah Intel masih akan menggunakan socket yang sama di masa depan.

6. Brand preference
Terakhir, Anda mungkin memiliki preferensi merek tertentu. Jika Anda lebih suka merek Intel atau Anda pernah menggunakan produk Intel sebelumnya dan merasa puas dengan kinerjanya, maka Anda mungkin lebih memilih untuk membeli processor Intel.

Semua pertimbangan di atas harus dievaluasi dengan cermat sebelum memutuskan untuk membeli processor Intel atau merek lainnya.

 Anak RPL tentu tidak asing dengna istilah client side scripting maupun server side scripting. Di artikel kali ini saya akan jelaskan secara panjang lebar apa itu client side scripting dari mulai pengertian, konsep jenis dan macam-macam client side scripting serta contoh penyisipan pada kode html.

 

Dalam pengembangan aplikasi berbasis web, ada lebih dari satu script yang harus digunakan hingga aplikasi web memiliki tampilan yang bagus, interaktif serta berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Script tersebut adalah script client yang juga sering disebut (client side scripting) dan script server (server side scripting).

 

Pengertian Client Side Scripting vs Server side scripting

Client Side Scripting adalah script-script atau kode perintah untuk mengembangkan aplikasi web atau halaman website dimana script ini diproses dan diterjemahkan secara langsung oleh browser (mozila, google chrome dan lain sebagainya) menjadi tampilan halaman web. client side script tidak memerlukan web server karena dapat langsung diproses oleh web browser.

 

Sementara Server Side Scripting adalah kode atau script untuk mengembangkan aplikasi web yang hanya dapat diproses oleh web server( seperti apache yang dijalankan oleh xampp, glassfish dll) yang berjalan di komputer server (web hosting).

Script server side tersebut akan diproses dan diterjemahkan oleh server web tersebut ke dalam bentuk client side scripting  dalam bentuk intruksi HTML, kemudian hasil pemrosesan tersebut dikirimkan lewat jaringan ke komputer client, komputer client melalui web browser seperti mozila, google chrome akan menterjemahkan script tersebut menjadi sebuah tampilan halaman web.


Memahami Konsep Apliksi web

Untuk lebih jelas memahami tentang client side scripting, yang harus dipahami adalah konsep aplikasi web, bagaimana aplikasi web dapat berjalan dan tampil dengan baik pada saat seorang user mengaksesnya melalui web browser.

 

Ingat aplikasi web adalah, aplikasi yang dapat berjalan menggunakan bantuan web browser seperti mozila firefox, google chrome, safari dan lain sebagainya.

 

Bagaimana konsep aplikasi web tersebut sehingga bisa berjalan, dapat dilihat pada gambar sederhana di bawah ini:

Memahami konsep aplikasi web
Konsep Aplikasi Web

 

Coba lihat bagian server di sebelah kanan, server merupakan sebuah komputer yang menjalankan aplikasi  web server yang fungsinya untuk menyimpan file-file halaman web.

 

Dari gambar di atas bisa dijelaskan bahwa aplikasi web sebenarnya merupakan kompulan file-file seperti file-file gambar, music, suara, file-file script yang di dalamnya berisi gabungan script (script client dan script server) yang disimpan di dalam Mesin Komputer server yang sudah mengaktifkan web server di dalamnya.

 

lihat bagian CLient, pada bagian client pengguna menggunakan perangkat client smartphone atau juga komputer client yang sudah terpasang web browser, untuk menampilkan halaman web yang tersimpan di komputer server, maka pengguna harus menggunakan web borser pada mesin client (baik itu komputer maupun smartphone).

 

Melalui mesin client dan bantuan browser pengguna dapat mengetikan nama domain (contoh facebook.com, google.com, dll) untuk meminta mengakses halaman-halaman web yang dibutuhkan yang terdapat di mesin server melalui (HTTP Request).


Permintaan dari pengguna akan diproses oleh mesin server, apabila pada halaman yang diminta terdapat script server, maka mesin server akan memprosesnya terlebih dahulu menggunakan bantuan web server sehingga script server tersebut diterjemahkan menjadi script client, sementara jika pada file halaman yang diminta terdapat script client, maka server tidak akan menterjemahkannya.

 

hasil pemrosesan server tersebut yang berupa script client kemudian langsung dikirimkan ke mesin client (HTTP response). di mesin client respon dari komputer server akan dibaca dan diproses oleh web broser menjadi tampilan halaman web.

 

Macam-macam Client Side Scripting

 Setelah memahami pengertian client side scripting dan memahami konsep aplikasi web dengan baik, sekarang waktunya mengetahui macam-macam atau jenis client side scripting.

 

Macam-macam client side scripting atau script client adalah sebagai berikut:

 

1. HTML

HTML (Hyper Text Markup Language) merupakan script pokok dalam pengembangan aplikasi web, script html ini ibarat sebuah pondasi, tidak akan ada tampilan web jika tidak ada script html di dalamnya.

Script HTML berjalan disisi client dan akan langsung diterjemahkan oleh webbrowser, script HTML ini relatif sangat mudah untuk dipelajari oleh siapapun walaupun anda seorang pemula.

Script HTML di dalamnya terdiri dari kumpulan elemen-elemen HTML atau tag yang membentuk sebuah kerangka tampilan halaman web yang ingin dibuat.


2. CSS

CSS (Cascading Style sheet), ini merupakan script client yang berfungsi untuk mendekorasi dan mengatur tata letak halaman web.

CSS akan mendekorasi (mendesain) setiap elemen HTML sekaligus juga mengatur tata letaknya sehingga tampilan web sesuai dengan tampilan yang diinginkan.


3. Java Script

Java script merupakan script client yaitu script yang dieksekusi atau diproses oleh web browser (mozila, google chrome dll) yang fungsinya untuk menambahkan unsur interaktif pada tampilan halaman web, ada aksi dari pengguna maka ada reaksi itu adalah peranan javascript, seperti misalnya muncul menu ketika sebuah link diklik, button berubah warna ketika mouse di arahkan di atasnya, membuat fitur drag drop pada halaman web dan lain sebagainya.

Java script tergolong cukup sulit untuk dipelajari, namun untungnya hari ini sudah banyak sekali framework-framework / library java script gratis siap pakai yang dapat mempermudah penulisan javascript sehingga siapapun akan lebih mudah memahaminya dan lebih mudah menambahkan unsur-unsur interaktif menggunakan javascript pada halaman web yang dibuatnya.


Script Server (Server Side Scripting)

Script server merupakan sebuah script yang hanya dapat diproses oleh web server, script ini akan diproses oleh web server kemudian diterjemahkan menjadi script cient berupa script HTML, yang akan dikirm ke mesin client sehingga mesin client akan menterjemahkan script client ini menjadi tampilan halaman WEB.

Ada banyak sekali script server diantaranya yang cukup populer adalah:

1. PHP

PHP cukup sulit dipelajari, untuk memahaminya anda harus belajar algoritma terlebih dahulu, tapi untungnya saat ini banyak sekali library PHP atau framework-framework PHP yang siap digunaakan sehingga pembuatan halaman web dengan PHP menjadi lebih mudah.

PHP dapat berjalan pada mesin server yang sudah mengaktifkan web server apache, apache akan memproses script PHP dan menterjemahkannya menjadi script client (HTML) yang akan dikirim ke mesin client untuk ditampilkan oleh web browser. 

 

PHP sangat populer, bahkan beberapa situs besar seperti facebook dll, menggunakan PHP untuk mengembangkannya. jika anda ingin mempelajari script server saya sangat merekomendasikan mempelajari PHP karena komunitas dan dukungannya sangat besar di seluruh dunia.


Beberapa framework PHP yang cukup populer yang bisa anda pelajari untuk mengembangkan aplikasi web diantaranya:

1. Code-Igniter

2. Laravel

dll.

 

2. Java Server Page (JSP)

Selain PHP, ada juga java server page yang menggunakan script java untuk mengembangkan aplikasi web, java server page dapat berjalan pada mesin server yang mengaktifkan web server glassfish.


dll.


Struktur dan Contoh Penulisan Client Side Scripting

Client side scripting seperti CSS atau javascript ada dan bisa disipkan pada script HTML, jadi CSS dan javascript bisa digunakan apabila sudah ada struktur HTMLnya.

CSS maupun javascript bisa disisipkan secara langsung pada bagian tag Head elemen HTML atau dibuat secara terpisah.


Cara menyisipkan CSS:

1. Internal CSS:

Internal CSS adalah cara menyisipkan file CSS langsung pada bagian Head dari elemen HTML

Contoh:

<html>

    <head>

        ......

        <style type="text/css">

            .......script CSS disisipkan disini

        <style>

    </head>

    <body>

        ........

    </body>

</html>

 

2. Ekternal CSS

Ekternal CSS adalah file intruksi CSS yang dibuat pada file terpisah dengan akhiran *.css, file tersebut kemudian dipanggil pada bagian tag head pada struktur HTML.

Contoh:

misal file css dengan nama contoh.css, untuk menggunakan css tersebut pada struktur html, pemanggilannya seperti di bawah ini:

 

<html>

    <head>

        ......

        <link rel="stylesheet" href="contoh.css">

    </head>

    <body>

        ........

    </body>

</html>

 

 Cara menyisipkan Javascript

Tidak jauh berbeda dengan CSS, javascript juga ketika ingin digunakan, maka disisipkan pada bagian head pada struktur kode html, peletakan javascript dalam kode html bisa dimana saja, tapi umumnya diletakan di bagian ada 2 jenis cara penyisipan javascript pada kode HTML yaitu internal javascript dan external javascript.

1. Javascript Internal 
 
Contoh:
     <html>

        <head>

            ......

            <script type='text/javascript>

                        ....perintah javascript diletakan disini

                   </script>

        </head>

        <body>

            ........

        </body>

    </html>

2. Javascript External
Javascript external adalah script javascript yang dibuat dalam file terpisah dengan akhiran *.js, kemudian file tersebut disisipkan dalam kode html, 
 
Contoh, misal javascript dibuat secara terpisah dengan nama file contoh.js, maka file javascript tersebut dapat disisipkan dalam kode HTML sebagai berikut:

    <html>

        <head>

             ...
            <script src="myScript.js"></script>
             ...

        </head>

        <body>

            ........

        </body>

    </html>
 

Apa yang harus saya Pelajari

Untuk membuat halaman web, maka script di atas baik itu client script maupun server script harus dipelajari seluruhnya. 

Demikian tentang Cient Side Scripting (Pengertian, konsep, macam dan jenis, struktur dan contoh penyisipan dalam html), semoga bermanfaat. 
 
Jika ada pertanyaan silahkan tanyakan dalam komentar.

Ini hanya catatan untuk dokumentasi saja, untuk mencatat pengalaman saya saat awal-awal mengenal godot. Saya mengalami Error ekport projek godot ke android yang awalnya sulit diatasi namun pada akhirnya SOLVED. Untuk pemula memang permasalahan ini cukup pelik, sehingga harus banyak mencari referensi untuk mengatasinya, apa yang saya alami pun sama namun akhirnya berhasil. 

 

Oh ya mudah mudahan artikel ini juga bermanfaat untuk anda dimanapun berada yang sama sama mengalami permasalahan error saat mengekpor godot ke android, semoga artikel ini bisa anda jadikan referensi untuk mengatasi permasalahan anda.


Sedikit berbicara tentang godot, mungkin anda pun tahu bahwa godot merupakan salah satu game enggine yang sedang populer saat ini yang sifatnya open source yang tentu saja gratis digunakan sampai kapan pun.  Keunggulan Game enggine godot ini arsitektur sistem pembuatan scene yang luar biasa, selain itu game enggine ini bisa digunakan untuk membuat game berbasis desktop window, linux, mc os, iphone dan juga android, hanya dalam 1 project tanpa harus menulis ulang projek.

 

Saya pun memilih godot pertimbangannya karena gratis dan mantap, dokumentasi cukup lengkap, pengguna yang mulai merangkak naik, solusi permasahalan yang sudah mulai banyak tersedia secara online, dan godot ternyata mudah sekali digunakan untuk membuat game 2D.  bahkan untuk membuat sebuah game, saya biasanya  kolaborasikan dengan software desain yang sama sama open source seperti inkscape, krita dan juga blender.


Saya mulai menyukai godot sekedar untuk mengisi waktu luang saja membuat projek game berbasis multimedia interaktif untuk perusahaan saya Sunda interaktif  dalam menyediakan game edukasi anak-anak. saat ini Baru 101 game yang sudah saya dan team buat yang sudah diupload di playstore, mudah-mudahan tercapai 1.000 game dengan download diatas 10.000.000 semuanya (wkwkwkw ngarep)

 

Solusi Mengatasi Error Export Godot ke Android

Oh ya untuk mengatasi Eror pada saat Export project godot ke android, yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

 

1. Download Android SDK

Silahkan download dan install  Android SDK.

  • Untuk menginstal android SDK silahkan instal melalui Android Studio version 4.1 or later.

    Jika sudah diinstal, silahkan jalankan Aplikasi android studio, kemudian pilih menu Tools > SDK Manager untuk menginstal paket SDK yang diperlukan oleh godot:
    • Melalui sdk Manager di atas pastikan paket di bawh ini diinstal dengan baik:

      • Android SDK Platform-Tools version 30.0.5 or versi di atasnya

      • Android SDK Build-Tools version 30.0.3

      • Android SDK Platform 29

      • Android SDK Command-line Tools versi terbaru

      • CMake version 3.10.2.4988404

      • NDK version 21.4.7075529  


2. Install OpenJDK 11

Download dan install OpenJDK 11 (saya menggunakan yang temurin 11)


3. Seting Godot

Buka godot, lalu pilih menu Editor > Editor Setting...

Lalu pilih android kemudian atur seperti gambar di bawah ini:

 

 Silahkan atur dan sesuaikan file-file yang dibutuhkan sesuai dengan lokasi di komputer anda.

untuk debug keystore, jika belum punya silahkan buat dulu cari tutorialnya di internet.

 

4. Install Android template

Pada aplikasi godot, pastikan projek anda yang ingin dieksport aktif, lalu silahkan instal android template melalui menu Project > Install android build template...

Selanjutnya silahkan ikuti apa yang diminta.


5. Export ke Android

Jika langkah di atas semuanya sudah dilakukan, langkah selanjutnya silahkan export project android anda dengan memilih menu Project > Export

Pilih menu Add..., lalu pilih android, kemudian klik pada icon android di sebelah kiri, kemudian sesuaikan data yang diminta.

 

Yang paling penting adalah mengisi Keystore, baik debug dan juga untuk release seperti kotak merah di atas. pastikan User dan password untuk masing-masing keystrore benar, jika salah biasanya project akan berhasil di eksport namun Apk biasanya akan gagal diinstal (alias tidak bisa diinstal).

 

Jika sudah kemudian tekan tombol Export Project


Seharusnya jika langkah-langkah di atas benar, maka anda akan berhasil mengeksport project godot anda ke android.


Selamat mencoba semoga berhasil. jika ada error silahkan tanyakan di komentar, semoga saya bisa membantu.